Pencarian

Gubernur Bali Siapkan Jatiluwih Fun Run 2026, Jadi Inspirasi Pariwisata Nusa Tenggara Barat

Jumat, 01 Mei 2026 • 03:01:00 WIB
Gubernur Bali Siapkan Jatiluwih Fun Run 2026, Jadi Inspirasi Pariwisata Nusa Tenggara Barat
Gubernur Bali siapkan Jatiluwih Fun Run 2026 sebagai bagian peringatan 100 tahun pariwisata Bali.

MATARAM - Pemerintah Provinsi Bali mulai mematangkan persiapan ajang lari santai bertajuk Jatiluwih Fun Run yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 mendatang. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan olahraga biasa, melainkan menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan 100 tahun pariwisata Bali yang puncaknya akan jatuh pada tahun 2027. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat posisi Pulau Dewata sebagai destinasi utama pariwisata berkelanjutan di mata dunia, sekaligus menjadi referensi bagi pengembangan sektor serupa di wilayah tetangga, termasuk Nusa Tenggara Barat.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa agenda besar ini dirancang untuk menyongsong satu abad perjalanan pariwisata Bali dengan melibatkan partisipasi luas dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah menargetkan sedikitnya 10.000 peserta dapat memadati lintasan lari di kawasan Jatiluwih. Melalui kolaborasi lintas sektor, Koster optimis ajang ini akan menjadi magnet baru yang memadukan unsur olahraga, pelestarian budaya, dan promosi keindahan alam secara masif.

Transformasi Jatiluwih Menjadi Lintasan Sport Tourism Dunia

Pemilihan Jatiluwih sebagai lokasi utama bukan tanpa pertimbangan matang. Kawasan ini merupakan situs warisan budaya dunia UNESCO yang dikenal dengan bentangan sawah terasering ikoniknya. Dengan pemandangan alam yang memukau, Jatiluwih menawarkan pengalaman lari yang unik dan tak terlupakan bagi setiap partisipan. Pendaftaran untuk kegiatan ini direncanakan mulai dibuka pada Mei 2026, memberikan waktu yang cukup bagi para pelari profesional maupun pehobi dari berbagai daerah untuk melakukan persiapan fisik.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali, I Putu Winastra, menjelaskan bahwa tema yang diusung dalam ajang ini adalah "The Journey Begins from Jatiluwih". Konsep tersebut dirancang sebagai titik awal untuk memperkenalkan kembali berbagai destinasi wisata unggulan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Bali. Menurutnya, lari kini telah bertransformasi menjadi gaya hidup global, sehingga format sport tourism sangat relevan untuk menarik minat wisatawan modern yang peduli pada kesehatan dan lingkungan.

Ajang ini akan menghadirkan dua kategori lomba utama, yakni 5K dan 10K, dengan format gabungan antara lari santai (fun run) dan balapan (race). Pembagian kategori ini bertujuan agar acara dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelari profesional yang mengejar prestasi hingga masyarakat umum yang ingin menikmati suasana pedesaan. Winastra menambahkan bahwa reputasi Jatiluwih sebagai destinasi kelas dunia memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para peserta selama berlomba di lintasan persawahan.

Inovasi Medali Daur Uang dan Komitmen Lingkungan

Salah satu aspek yang paling menonjol dalam penyelenggaraan Jatiluwih Fun Run 2026 adalah komitmen kuat terhadap prinsip pariwisata berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Bali bekerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Bali untuk menghadirkan inovasi berupa medali ramah lingkungan. Uniknya, medali tersebut akan diproduksi dari bahan daur ulang, termasuk limbah uang kertas yang sudah tidak layak edar. Inovasi ini menjadi simbol pengelolaan sampah yang kreatif sekaligus pesan edukasi mengenai ekonomi sirkular kepada para peserta.

Selain medali ramah lingkungan, panitia penyelenggara juga akan menerapkan kebijakan lingkungan yang sangat ketat di lokasi acara. Salah satu prioritas utamanya adalah pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di seluruh area kegiatan. Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali dalam mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap alam dan menjaga kelestarian lingkungan hidup di kawasan warisan dunia. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi standar baru bagi penyelenggaraan acara berskala besar di wilayah regional.

Sektor ekonomi kerakyatan juga tidak luput dari perhatian. Winastra menegaskan bahwa optimalisasi pelibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal menjadi fokus penting dalam ajang ini. Kehadiran ribuan peserta diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar Jatiluwih. Dengan memperkenalkan produk-produk lokal berkualitas kepada wisatawan internasional, ajang ini berfungsi sebagai platform promosi ekonomi kreatif yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Gubernur Koster kembali mengingatkan pentingnya tata kelola acara yang profesional, terutama terkait kesiapan teknis di lapangan. Aspek keamanan, ketertiban, dan kenyamanan peserta harus menjadi prioritas utama agar ajang berskala internasional ini memberikan citra positif bagi pariwisata Indonesia. Dengan perencanaan yang matang dan integrasi antara olahraga serta pelestarian lingkungan, Jatiluwih Fun Run diharapkan mampu menjadi contoh konkret penyelenggaraan event pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di masa depan.

Bagikan
Sumber: merdeka.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks