Buick Electra GS Plug-in Hybrid Resmi Terdaftar di China, Ukurannya Menyusut Drastis

Penulis: Agus Hermawan  •  Kamis, 05 November 2026 | 11:33:31 WIB
Buick Electra GS terdaftar di dokumen Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China sebagai sedan plug-in hybrid.

BALI — Buick Electra GS muncul dalam dokumen Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China sebagai sedan plug-in hybrid yang siap meluncur. Model ini berubah jauh dari konsep yang dipamerkan di Shanghai Auto Show 2025, mulai dari dimensi yang mengecil hingga penggantian sistem penggerak dari listrik murni menjadi hibrida. Sayangnya, versi produksi ini hampir pasti tidak akan masuk ke pasar Amerika Serikat.

Dokumen homologasi Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT) mengungkap spesifikasi produksi Electra GS sebelum debut resminya. Berkas itu memperlihatkan bahwa versi jalan raya berbeda cukup jauh dari mobil konsep yang dipajang di Shanghai Auto Show 2025. Buick belum merilis tanggal peluncuran resmi maupun harga untuk pasar Tiongkok.

Dari Konsep Listrik Murni Jadi Plug-in Hybrid

Perubahan paling mendasar ada di balik kap mesin. Saat diperkenalkan sebagai konsep, Electra GS dipastikan sebagai mobil listrik murni dengan platform khusus EV dan lantai rata. Versi produksi justru hadir sebagai plug-in hybrid.

Varian dasar memadukan mesin bensin 1.5 liter empat silinder naturally aspirated bertenaga 97 hp dengan motor listrik 221 hp. Varian yang lebih mahal mengganti mesin tersebut dengan versi turbocharged bertenaga 154 hp. Detail baterai dan jarak tempuh listrik belum diungkap.

Dimensi Menyusut, dari Sebesar S-Class Jadi Setara Toyota Crown

Data MIIT mencatat panjang Electra GS 4.980 mm, jauh lebih pendek dari konsep yang mencapai 5.300 mm. Jarak sumbu roda ikut terpangkas dari 3.200 mm menjadi 2.865 mm.

Dengan angka tersebut, sedan ini kini sekelas Toyota Crown, bukan lagi Mercedes-Benz S-Class seperti mobil konsepnya. Penyesuaian ini lazim dilakukan pabrikan agar model produksi lebih masuk akal untuk platform yang dipakai bersama model lain.

Desain Depan dan Buritan Berubah

Lampu LED utama kini diposisikan terbalik dari konsep, dan emblem Buick berpindah dari kap mesin ke fascia depan. Elemen plastik sewarna bodi juga dikurangi. Bagian depan produksi disebut tidak lagi terlalu mirip Tesla Model 3.

Pegangan pintu model pop-out yang ada di konsep dihilangkan, mengikuti rencana larangan penggunaan model tersebut di Tiongkok. Profil fastback dipertahankan, tetapi bagasi sedan konvensional diganti pintu hatch yang lebih praktis. Lampu belakang didesain ulang, dan tulisan "Buick" kini terpampang terpisah di buritan.

Kenapa Tidak Masuk Amerika Serikat

Buick tidak lagi menjual sedan di Amerika Serikat sejak penjualan Regal berakhir pada 2020. Di Tiongkok, merek ini justru punya beberapa pilihan sedan, termasuk Electra L7 yang lebih besar.

Ada dua hambatan utama. Electra GS merupakan hasil joint venture General Motors dengan SAIC, dan aturan baru soal perangkat lunak asal Tiongkok yang berlaku untuk model year 2027 menyulitkan proses homologasi di AS. Memindahkan produksi ke Amerika Utara untuk menghindari tarif juga tidak menyelesaikan masalah perangkat lunak tersebut.

GM sendiri sedang tertinggal di segmen hibrida. Pabrikan ini sempat yakin kendaraan listrik akan menguasai pasar pada akhir dekade, sehingga tidak mengembangkan banyak model hibrida. Sementara Toyota dan Hyundai menggarap keduanya dan kini menuai hasilnya.

Yang Masih Menunggu Debut Resmi

Sejumlah detail belum terungkap, termasuk tampilan interior dan apakah masih mengadopsi setir model yoke seperti di mobil konsep. Foto studio eksterior yang beredar menunjukkan setir konvensional sudah dipakai.

Buick dijadwalkan menggelar debut resmi Electra GS di Tiongkok. Konsumen di sana bisa memilih varian mesin naturally aspirated atau turbocharged, tergantung anggaran.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: carscoops.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top