Vaksinasi HPV untuk Perempuan Dewasa 21-25 Tahun Mulai Dijajaki

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 11:18:31 WIB
Direktur Imunisasi Kemenkes Indri Yogaswari menyampaikan rencana perluasan cakupan vaksin HPV ke perempuan usia 21-25 tahun.

BALI — Kementerian Kesehatan membuka peluang vaksinasi HPV gratis bagi perempuan usia 21-25 tahun, kelompok yang selama ini belum masuk cakupan program nasional. Simak alasan di balik rencana ini, status persetujuannya, dan apa yang perlu ibu ketahui soal perlindungan kanker serviks.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan Indri Yogaswari menyampaikan rencana perluasan cakupan vaksin HPV ke kelompok perempuan dewasa muda. Selama ini program gratis menyasar murid kelas 5 SD lewat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Usulan tersebut sudah masuk dalam rencana strategis dan rencana aksi Kemenkes. Pelaksanaannya belum bisa dipastikan karena masih menunggu restu Kementerian Keuangan dan Bappenas.

Mengapa Remaja Putri 21-25 Tahun Jadi Sasaran Berikutnya

Kelompok usia 21-25 tahun dinilai punya risiko paparan HPV yang lebih tinggi dibanding anak sekolah. Banyak perempuan di rentang usia ini sudah aktif secara seksual namun belum tentu pernah mendapat vaksin.

Indri menegaskan perluasan ini bukan program yang bisa langsung jalan. "Ini masih berproses. Kami masih berjuang ke Bappenas untuk mengegolkan ini, karena masih harus mengumpulkan sumber daya untuk penyediaan vaksin, logistik, SDM, dan sebagainya," ujarnya dalam sesi daring Kamis (29/10/2026).

Status Persetujuan: Masih Menunggu Kemenkeu dan Bappenas

Dukungan anggaran menjadi kendala utama. Selain harga vaksin, pemerintah perlu menyiapkan rantai distribusi dan tenaga kesehatan pelaksana di lapangan.

"Kalau nanti semua sudah oke, disetujui oleh Kementerian Keuangan maupun Bappenas, maka kita bisa menyasar pada usia lebih dewasa, 21-25," kata Indri.

Mekanisme teknis seperti strategi pemberian dosis dan pola distribusi juga belum final. "Untuk fix-nya seperti apa, mohon izin, kami juga harus memfinalkan dengan beberapa kementerian terkait terlebih dahulu," tuturnya.

Perlindungan Lebih Tinggi Jika Diberikan Sejak Dini

Efektivitas vaksin HPV menurun seiring bertambahnya usia pemberian. Data Kemenkes menunjukkan vaksin yang diberikan pada usia 9-14 tahun dengan satu dosis memberi perlindungan hingga 88 persen.

"Kalau diberikan pada usia lebih dari 20 tahun dengan diberikan dua dosis, itu paling hanya sekitar 60 persen perlindungannya. Semakin awal kita berikan, perlindungannya akan semakin tinggi, semakin besar," jelas Indri.

Karena itu, ibu disarankan tidak menunda vaksinasi anak perempuan saat jadwal BIAS tiba. Perlindungan terbaik justru didapat sebelum anak terpapar virus.

Vaksin HPV Juga Diperluas untuk Anak Laki-Laki

Program vaksin HPV untuk murid laki-laki kelas 5 SD akan menyasar tiga provinsi tambahan pada 2027, yaitu Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Pada 2026, pilot project sudah berjalan di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.

"Tahun depan Insya Allah kita akan menambah 3 provinsi lagi. Jadi ada ditambah dengan Jawa Barat, kemudian Jawa Tengah, dan Banten. Dengan tidak meninggalkan yang 3 yang sudah start di tahun ini," kata Indri.

Langkah ini penting karena laki-laki juga bisa menjadi pembawa virus HPV. Pada pria, infeksi HPV berisiko memicu kutil penis, kanker anus, kanker penis, serta kanker mulut dan tenggorokan.

Apa yang Perlu Ibu Ketahui Soal Vaksin HPV

Vaksin HPV melindungi tubuh dari infeksi Human Papillomavirus, virus yang jadi penyebab utama kanker serviks pada perempuan. Virus yang sama juga terkait kanker vagina, vulva, anus, dan kutil kelamin.

Untuk anak perempuan, vaksin diberikan gratis lewat BIAS di usia 11 tahun atau kelas 5 SD di seluruh Indonesia. Orang tua bisa menanyakan jadwalnya ke puskesmas atau sekolah.

Bagi perempuan dewasa yang belum pernah divaksin, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah vaksin HPV masih bermanfaat sesuai kondisi masing-masing.

Rencana vaksinasi HPV untuk perempuan 21-25 tahun masih menunggu persetujuan anggaran, jadi belum ada jadwal pasti. Sementara itu, pastikan anak perempuan Anda tidak melewatkan jadwal BIAS di sekolah agar perlindungannya maksimal sejak dini.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: kesehatan.liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top