BALI — Riset harian FAC Sekuritas memperkirakan IHSG kembali menguat pada perdagangan hari ini setelah ditutup melonjak 282,28 poin atau 5,65% ke level 5.278,89 pada perdagangan sebelumnya. Katalis buyback emiten dan komitmen perbaikan tata kelola pasar modal dari BEI, OJK, dan pemerintah menjadi penopang utama. Analis menilai penguatan masih berlanjut seiring membaiknya sentimen pelaku pasar.
Lompatan indeks pada perdagangan sebelumnya menjadi yang terbesar dalam periode singkat, dengan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar sebagai motor utama. Riset FAC Sekuritas menyebut penguatan tersebut didorong technical rebound dan bargain hunting setelah koreksi signifikan pada sesi sebelumnya.
Selain rebound teknikal, ada tiga faktor lain yang menopang penguatan IHSG. Aksi buyback emiten, rencana Danantara menambah kepemilikan saham BUMN, serta harapan perbaikan transparansi pasar melalui langkah BEI, OJK, dan pemerintah dalam merespons kekhawatiran MSCI.
Kombinasi tersebut memberi sinyal bahwa tekanan jual yang sempat menekan indeks mulai mereda. Pelaku pasar menilai intervensi kebijakan dan aksi korporasi mampu menahan pelemahan lebih dalam.
Sentimen dari bursa Amerika Serikat tadi malam mayoritas positif. Indeks Dow Jones naik 1,02%, S&P 500 menguat 0,29%, sementara Nasdaq turun tipis 0,02%.
Penguatan Wall Street ditopang penurunan harga minyak dan yield US Treasury yang meredakan kekhawatiran inflasi serta ekspektasi kenaikan suku bunga agresif The Fed. Rotasi investasi ke sektor kesehatan dan keuangan, plus kinerja laba sejumlah emiten yang melampaui ekspektasi, menambah tenaga pasar.
Namun pelemahan saham teknologi dan penurunan proyeksi laba General Motors membatasi penguatan, sehingga pergerakan indeks masih menunjukkan perbedaan sentimen antar-sektor.
FAC Sekuritas menegaskan katalis buyback emiten dan komitmen perbaikan dari para pemangku kepentingan pasar modal masih menjadi faktor penentu arah indeks.
"Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan masih akan cenderung menguat seiring katalis buyback emiten dan komitmen perbaikan dari stakeholder pasar modal," sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (21/10).
Bagi investor, perhatian bisa diarahkan ke saham perbankan besar yang menjadi penggerak rebound, sekaligus mencermati kelanjutan aksi buyback dan rencana penambahan kepemilikan saham BUMN oleh Danantara. Kedua faktor itu menjadi penentu apakah penguatan berlanjut atau berbalik arah.
Risiko tetap ada. Pelemahan saham teknologi global dan