BALI — itel City 100 dan itel P70 memperkuat segmen HP Rp1 jutaan di Indonesia dengan RAM 8GB serta baterai besar. itel City 100 dibanderol sekitar Rp1,299 juta dengan chipset Unisoc T7250, sementara itel P70 menawarkan baterai 6.000 mAh plus charging case. Keduanya cocok untuk pengguna yang butuh perangkat ekonomis dengan memori lega dan daya tahan panjang.
Pasar ponsel entry-level Indonesia sepanjang 2026 bergerak ke arah spesifikasi yang makin padat. RAM 8GB dan penyimpanan hingga 256GB bukan lagi barang langka di kelas Rp1 jutaan, dan dua model itel menjadi contoh paling konkret dari tren tersebut.
Laporan ANTARA yang dikutip VIVA pada Senin (19/10/2026) menyebut kedua perangkat sudah tersedia di pasaran, bukan sekadar rumor produk yang bakal meluncur. Bagi calon pembeli, itu artinya spesifikasi dan harga acuannya bisa langsung dicek di kanal ritel resmi.
itel City 100 mengandalkan chipset Unisoc T7250 sebagai otak perangkat. Layarnya memakai panel IPS LCD berukuran 6,75 inci, cukup lega untuk menonton video dan membuka dokumen di HP.
Kapasitas RAM 8GB memungkinkan beberapa aplikasi berjalan bergantian tanpa sering memuat ulang. Penyimpanannya memakai memori UFS 2.2, jenis yang biasanya hanya muncul di ponsel kelas menengah.
Baterai 5.200 mAh menjadi bekal daya untuk komunikasi, belajar, dan aktivitas digital harian. Harga acuannya sekitar Rp1,299 juta.
itel P70 memilih jalur berbeda dengan menonjolkan ketahanan daya. Baterai internalnya berkapasitas 6.000 mAh, lebih besar dari standar 5.000 mAh yang umum di segmen entry-level.
Paket penjualannya menyertakan charging case yang menambah cadangan daya. Menurut laporan ANTARA, kombinasi keduanya bisa setara kapasitas hingga 10.000 mAh, meski angka itu bukan kapasitas baterai di dalam ponsel.
Dapur pacunya MediaTek Helio G50, dipadukan dengan RAM 8GB. Kombinasi ini cukup untuk aplikasi harian, tetapi bukan untuk gaming berat.
Dua tahun lalu, RAM 8GB di harga Rp1 jutaan masih tergolong langka. Sekarang produsen berlomba menaikkan kapasitas memori karena aplikasi chatting, marketplace, dan media sosial makin rakus sumber daya.
RAM besar membantu pengguna berpindah antar-aplikasi tanpa kehilangan progres. Dampaknya terasa saat membuka e-commerce sambil membalas pesan, misalnya.
Penyimpanan UFS 2.2 di itel City 100 juga berpengaruh ke kecepatan baca-tulis data. Membuka galeri berisi ribuan foto jadi lebih singkat dibanding memori eMMC lama.
itel P70 memilih strategi baterai besar plus aksesori tambahan. Charging case berfungsi sebagai power bank ringkas yang menempel di perangkat, sehingga pengguna tidak perlu membawa beban ekstra terpisah.
Untuk pengguna yang sering di luar rumah, pendekatan ini lebih praktis daripada mengejar angka kapasitas internal semata. Namun perlu dicatat, daya dari charging case bergantung pada sisa kapasitas casenya sendiri.
itel City 100 dipasarkan dengan harga acuan sekitar Rp1,299 juta. itel P70 masuk daftar pertimbangan di kelas harga yang sama, meski angka pastinya tidak disebut dalam laporan tersebut.
Keduanya sudah tersedia di pasaran Indonesia. Calon pembeli sebaiknya mengecek harga aktual di toko resmi atau marketplace karena sering ada skema diskon dan bundling.
itel City 100 lebih pas untuk pelajar dan mahasiswa yang butuh memori lega untuk aplikasi belajar dan media sosial. Layar 6,75 inci juga membantu saat membaca materi atau menonton kuliah daring.
itel P70 menyasar pekerja lapangan, kurir, dan pengguna yang sering bepergian jauh dari colokan listrik. Prioritasnya daya tahan, bukan performa grafis.
Keduanya bukan pilihan untuk gamer berat. Chipset Unisoc T7250 dan MediaTek Helio G50 dirancang untuk tugas ringan hingga menengah, bukan game dengan grafis tinggi.
Menjelang akhir 2026, segmen Rp1 jutaan diprediksi tetap jadi medan tempur merek entry-level. Pembeli yang mengutamakan RAM besar, baterai awet, dan harga ekonomis punya dua kandidat konkret yang bisa dicek sekarang, tanpa harus menunggu peluncuran berikutnya.