Bupati Klungkung I Made Satria Hadiri Karya di Nusa Penida hingga Klungkung Daratan, Serahkan Dana Punia ke Pengempon Pura

Penulis: Darmawan Putra  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:46:31 WIB
Bupati Klungkung I Made Satria menghadiri Uleman Bakti Penganyar di Pura Parhyangan Penida, Desa Sakti, Nusa Penida.

KLUNGKUNG — Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria menyeberang ke Nusa Penida untuk menghadiri Uleman Bakti Penganyar di Pura Parhyangan Penida, Desa Sakti. Rombongan Pemkab Klungkung kemudian melanjutkan persembahyangan di Pura Sad Kahyangan Jagat Penataran Ped, Nusa Penida.

Kehadiran bupati bersama jajaran Pemkab Klungkung disambut hangat oleh krama pengempon pura dan masyarakat setempat. Setelah menuntaskan rangkaian persembahyangan di pulau pariwisata itu, Bupati Satria dan Ny. Eva Satria langsung bertolak kembali ke daratan Klungkung.

Dari Nusa Penida ke Pura Paibon Arya Kubon Tubuh

Setibanya di Klungkung daratan, rombongan menghadiri Uleman Upacara Dewa Yadnya Mamungkah di Pura Paibon Arya Kubon Tubuh, Banjar Pekandelan Kelod. Agenda spiritual maraton itu ditempuh dalam satu hari, dari penyeberangan ke Nusa Penida hingga kembali ke wilayah Klungkung daratan.

Dalam setiap kesempatan hadir di tengah krama, Bupati Satria menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu hadir mendampingi setiap pelaksanaan yadnya. Dukungan itu disebut sebagai wujud nyata keberpihakan terhadap pelestarian adat dan budaya lokal.

Dana Punia Diserahkan ke Kelihan Pengempon Pura

Sebagai bentuk dukungan riil terhadap kelancaran prosesi keagamaan, Bupati Satria menyerahkan dana punia yang diterima langsung oleh Kelihan Pengempon Pura. Ia juga memanjatkan doa agar seluruh rangkaian karya yadnya berjalan lancar, labda karya, sidaningdon.

Doa tersebut sekaligus meneguhkan ajaran Tri Hita Karana untuk menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam lingkungan sekitar.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Kunci

Bupati Satria menyebut adat dan agama sebagai akar identitas masyarakat Bali. Menurutnya, sinergi spiritual yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dibutuhkan agar momentum upacara mempererat tali persaudaraan dan menjaga kerukunan.

"Adat dan agama adalah akar identitas kita di Bali. Melalui sinergi spiritual yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, kami berharap momentum upacara ini dapat mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, sekaligus mengokohkan ketahanan budaya kita," tegas Bupati Satria.

Rangkaian kunjungan ke dua wilayah itu menutup agenda spiritual Bupati Satria pada Jumat (16/10/2026), dari Pura Parhyangan Penida hingga Pura Paibon Arya Kubon Tubuh.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: kabarbali.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top