Tari Kecak Badung Tampil di Colours of Cultures Festival ke-10 Jakarta, Masuk Kalender KEN 2026

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:16:32 WIB
Delegasi kesenian Badung membawakan Tari Kecak pada panggung utama Colours of Cultures Festival ke-10 di Kota Tua Jakarta.

BADUNG — Kehadiran Badung di CoCF ke-10 menjadi pengakuan atas kekayaan seni daerah di panggung nasional. Festival tahunan itu digelar hasil kolaborasi IndonesiaTIC dan FORKAPPSI, dengan dukungan Kementerian Pariwisata RI, BUMN, BUMD, serta komunitas pecinta budaya tanah air.

Apa Itu Colours of Cultures Festival dan Mengapa Badung Diundang

CoCF merupakan ajang budaya berskala nasional yang mempertemukan seni pertunjukan, kerajinan, dan kuliner dari berbagai penjuru nusantara serta mancanegara. Pada edisi ke-10, penyelenggara mengangkat tema "Tanda Mata Nusantara".

Masuknya CoCF dalam kalender eksklusif KEN 2026 menempatkan festival ini sejajar dengan event budaya unggulan lain di Indonesia. Pemerintah pusat menilai festival ini layak jadi magnet kunjungan wisata budaya.

Tari Kecak Badung di Panggung Utama Kota Tua

Delegasi kesenian Badung membawa Tari Kecak ke panggung utama CoCF 2026. Pertunjukan itu disaksikan Duta Budaya Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, yang hadir mendampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung.

Rasniathi menyebut Tari Kecak bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan napas budaya leluhur yang terus hidup.

"Melalui ajang ini, kita tidak hanya memamerkan keindahan estetika seni Bali, tetapi juga menyampaikan pesan keragaman dan persatuan Nusantara. Semoga kehadiran Badung memperkuat posisi budaya kita di panggung nasional," ujarnya.

Siapa Saja yang Hadir di Pembukaan Festival

Acara ini dihadiri perwakilan Menteri Pariwisata, perwakilan Gubernur DKI Jakarta, Ketua FORKAPPSI, serta jajaran tokoh budaya nasional. Kehadiran sejumlah pejabat pusat dan daerah memberi bobot tersendiri bagi delegasi Badung.

Bukan Hanya Tari, Ini Rangkaian Acara CoCF 2026

Selain seni pertunjukan, rangkaian festival menghadirkan instalasi seni interaktif dan pengalaman multisensori. Pengunjung juga bisa menjajal pameran produk kerajinan dan cinderamata daerah.

Eksibisi kuliner tradisional dari berbagai penjuru nusantara serta mancanegara melengkapi acara. Kombinasi itu membuat CoCF bukan sekadar panggung tari, tetapi etalase budaya yang menyeluruh.

Harapan Pemkab Badung Usai Tampil di CoCF

Pemkab Badung berharap partisipasi aktif ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Citra positif Badung sebagai destinasi pariwisata dunia yang berwawasan budaya unggul juga ingin diperkuat.

Bagi Badung, tampil di festival bertaraf nasional menjadi jalan promosi pariwisata daerah tanpa harus mendatangkan wisatawan ke Bali lebih dulu. Panggung Kota Tua Jakarta menjadi etalase bagi seniman muda Badung.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: forumkeadilanbali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top