BALI — Google resmi meluncurkan Fitbit Edge, fitness tracker dengan layar AMOLED 1,34 inci dan built-in GPS yang diposisikan sebagai alternatif lebih ringan dari Pixel Watch 5. Perangkat ini hadir dalam dua varian, yakni versi standar dan edisi khusus Stephen Curry, dengan pre-order yang sudah dibuka di beberapa negara. Fitbit Edge menyasar pengguna yang ingin fitur kesehatan lengkap tanpa harus membeli smartwatch penuh.
Peluncuran Fitbit Edge menambah daftar perangkat wearable Google setelah sebelumnya merilis Fitbit Air. Berbeda dari Fitbit Air yang mengandalkan desain tanpa layar, Fitbit Edge membawa layar sentuh AMOLED 1,34 inci dengan dukungan always-on display. Penambahan layar membuat bodinya lebih tebal di 11,5 milimeter dan berbobot 17,7 gram tanpa strap.
Meski tidak menjalankan WearOS seperti Pixel Watch, Fitbit Edge tetap mendukung notifikasi telepon, kontrol media, hingga Google Maps. Navigasi di dalam sistem operasinya bisa dilakukan lewat tombol fisik di sisi samping atau langsung melalui layar sentuh.
Untuk pemantauan kesehatan, perangkat ini mencatat jumlah langkah, detak jantung, dan kualitas tidur. Sensor SpO2 dan ECG melengkapi kemampuan monitoring dasar tersebut. Pelacakan olahraga didukung lebih dari 50 jenis aktivitas, dipadukan dengan built-in GPS dan deteksi otomatis saat pengguna mulai bergerak.
Pre-order Fitbit Edge sudah dibuka di sejumlah negara. Di Amerika Serikat, versi standar dibanderol USD 180 (sekitar Rp 3,2 juta), sedangkan versi Stephen Curry dihargai USD 220 (sekitar Rp 3,9 juta). Belum ada keterangan resmi soal ketersediaan di Indonesia.
Fitbit Edge ditempatkan sebagai opsi yang lebih ringan dan terjangkau ketimbang Pixel Watch 5, namun tetap menawarkan layar yang tidak dimiliki Fitbit Air. Artinya, pengguna yang menginginkan tampilan visual lengkap tapi enggan membeli smartwatch penuh bisa menjadikan perangkat ini pertimbangan.
Bagi pengguna yang fokus pada pemantauan kesehatan harian dan olahraga rutin tanpa butuh ekosistem aplikasi WearOS, Fitbit Edge jadi pilihan masuk akal di kelasnya. Calon pembeli di Indonesia sebaiknya menunggu pengumuman resmi soal harga dan jadwal masuk pasar lokal.