Kementerian ESDM Sebut Antrean Panjang BBM di Bali Akibat Keterlambatan Kapal, Stok Nasional Aman 18-20 Hari

Penulis: Agus Hermawan  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:46:02 WIB
Antrean kendaraan mengisi BBM di salah satu SPBU di Bali.

DENPASAR — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU Bali bukan disebabkan penipisan cadangan. Dirjen Minyak Bumi dan Gas Laode Sulaeman menyebut persoalan utama ada di rantai distribusi, terutama keterlambatan kapal pengangkut pasokan.

Laode menyampaikan hal itu usai menghadiri rapat di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Ia menegaskan stok BBM nasional tidak dalam kondisi kritis.

Stok Nasional di Level 18-20 Hari

Menurut Laode, cadangan BBM nasional berada di kisaran 18 hingga 20 hari. Angka itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan rutin masyarakat selama proses distribusi kembali normal.

"Iya, itu masalah proses distribusi saja. Jadi kemarin memang ada keterlambatan kapal," kata Laode.

Selain keterlambatan kapal, cuaca buruk turut memperlambat pengiriman. Laode menyebut sungai yang mengering memaksa pengiriman yang biasanya lewat jalur air beralih ke jalur darat dengan truk, padahal kapasitas angkut jalur sungai jauh lebih besar.

Faktor ombak tinggi juga membuat kapal tidak bisa langsung bersandar di dermaga. Kondisi itu menambah waktu tunggu sebelum bongkar muat bisa dimulai.

"Lalu yang kedua, ombak. Kalau ombak lagi tinggi, itu kapal tuh walaupun sudah ada di lokasi enggak bisa nyender. Nah, ini memperlambat proses pendistribusian. Tapi begitu sudah nyender, kayak di Bali kemarin, langsung dilaksanakan distribusi 24 jam. Jadi dikejar," terangnya.

Kapal Tambahan Tiba, Operasi Pasar 24 Jam Berjalan

Laode memperkirakan antrean di Bali berangsur surut seiring tibanya kapal pemasok tambahan. Operasi pasar 24 jam disebutnya sudah berjalan sejak Senin.

"Kapalnya sudah tiba, sejak hari Senin kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam. Semoga, mungkin hari ini atau besok sudah selesai permasalahannya," katanya.

Dari sisi operator, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mempercepat pemulihan pasokan melalui pengaturan pengiriman skala prioritas ke SPBU. Pengiriman dijalankan nonstop 24 jam.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan penentuan SPBU prioritas merupakan bagian dari pengaturan operasional agar penyaluran lebih terarah.

"Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat," ujar Ahad dalam keterangan resminya, Selasa (13/10/2026).

MT Klasogun Bawa Tambahan Pertalite dan Biosolar

Ahad menjelaskan MT Klasogun yang mengangkut tambahan pasokan Pertalite dan Biosolar telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran pada pagi hari. Produk yang diangkut kapal itu ditargetkan disalurkan pada siang hari untuk mendukung pemenuhan kebutuhan SPBU.

Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperbarui informasi kondisi terkini. Koordinasi itu termasuk membahas rencana kunjungan Gubernur Bali ke SPBU.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Informasi maupun pengaduan terkait layanan dan produk Pertamina dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top