DENPASAR — Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membenarkan kedatangan kapal tersebut. Kargo BBM lainnya disebut masih dalam perjalanan menuju wilayah distribusi Jatimbalinus.
Pasokan sebelumnya tercatat tiba pada 7 Oktober 2026. Pertamina menyatakan terus mengatur ulang pola suplai untuk menjaga kelancaran pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum.
Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Bali dalam beberapa hari terakhir. Di sejumlah daerah, masyarakat dilaporkan kesulitan mendapatkan Pertalite dan Pertamax.
Kedatangan kargo pada Minggu menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan BBM warga Bali. Ahad menyampaikan optimalisasi penyaluran terus dilakukan agar ketersediaan BBM tetap terjaga.
"Pasokan pertalite dan pertamax telah tiba pada 7 Oktober 2026 dan 12 Oktober 2026. Pertamina terus melakukan optimalisasi penyaluran agar ketersediaan BBM tetap terjaga," ujarnya.
Menurut Ahad, pelayanan SPBU di Bali saat ini berangsur normal dan kondusif. Meski demikian, Pertamina belum memerinci wilayah yang mengalami kendala pasokan maupun jumlah SPBU yang terdampak antrean panjang.
Soal kecukupan stok Pertalite dan Pertamax di Bali, Pertamina juga belum menyampaikan angka persediaan terkini. Estimasi ketahanan stok untuk beberapa hari ke depan belum dipublikasikan.
Pertamina menyatakan pemantauan ketersediaan stok dan perkembangan kebutuhan BBM terus dilakukan. Hasil pemantauan itu menjadi dasar pengaturan suplai berikutnya.
Saat ditanya kemungkinan tambahan pasokan berikutnya untuk menjaga ketersediaan BBM di Bali, Ahad menyampaikan kargo lainnya juga sedang bergerak.
"Kargo lainnya juga sedang bergerak," ujarnya, Senin (12/10).
Pertamina secara berkala mengevaluasi kebutuhan BBM dan kondisi pelayanan di lapangan. Seiring dinamika kebutuhan dan pola suplai, pemenuhan pasokan di sejumlah titik terus dioptimalkan.
Mengenai kemungkinan kaitan kondisi tersebut dengan kegiatan MotoGP di Lombok dan perubahan jalur distribusi BBM, Ahad menjelaskan pemenuhan kebutuhan energi setiap wilayah dilakukan melalui perencanaan dan pengaturan suplai. Pertimbangannya adalah kebutuhan masing-masing daerah.
Untuk mencegah antrean serupa kembali terjadi, Pertamina melakukan pemantauan stok dan kebutuhan BBM. Evaluasi pola suplai serta kesiapan sarana dan fasilitas operasional juga dilakukan.
Koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait diperkuat guna mendukung kelancaran pasokan dan pelayanan di SPBU. Meski pasokan disebut telah tiba dan pelayanan berangsur kondusif, kepastian normalisasi di seluruh SPBU Bali masih perlu dicermati.
Pasalnya, belum ada data terbuka mengenai stok BBM, wilayah terdampak, serta proyeksi pemenuhan kebutuhan dalam beberapa hari ke depan.