BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung menggelar upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung. Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bertindak sebagai inspektur upacara, sementara IPTU I Ketut Rai Darsana menjabat Komandan Upacara.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Pimpinan dan Anggota DPRD Badung, Forkopimda Badung, Sekda Badung IB. Surya Suamba, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Badung. Hadir pula Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, unsur TNI/Polri, dan aparatur sipil negara setempat.
Dalam rangkaian upacara, Wabup Bagus Alit Sucipta memimpin pembacaan teks Pancasila. Naskah Pembukaan UUD 1945 dibacakan Kepala Dinas Sosial Badung I Gde Eka Sudarwitha, sedangkan naskah Ikrar dibacakan Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Wijaya.
Peringatan tahun ini mengusung tema nasional "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur". Tema tersebut dinilai merefleksikan peran Pancasila sebagai ideologi pemersatu di tengah keberagaman masyarakat.
Bagus Alit Sucipta menegaskan esensi tema itu sejalan dengan visi pembangunan Pemkab Badung. Menurutnya, kedaulatan masyarakat diwujudkan lewat program strategis pembangunan infrastruktur dan pengembangan Sumber Daya Manusia untuk mendorong kemandirian lokal.
"Nilai keadilan diterjemahkan melalui komitmen kami untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik, prima, akuntabel, dan transparan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali," ujar Bagus Alit Sucipta.
Ia menambahkan, Pemkab Badung berkomitmen meratakan pembangunan infrastruktur dan kualitas SDM secara komprehensif. Cakupannya mulai dari wilayah Badung bagian selatan, tengah, hingga utara.
Orang nomor dua di Badung itu menyoroti pentingnya kesinambungan pembangunan lintas wilayah sebagai strategi jangka panjang. Tujuannya mendongkrak perekonomian daerah, bukan hanya di kawasan selatan yang selama ini jadi motor pariwisata.
"Setelah masif membangun infrastruktur di wilayah selatan, pada tahun-tahun mendatang fokus pembangunan akan merata ke wilayah tengah dan utara. Kami berharap masifnya pembangunan infrastruktur ini mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh," pungkasnya.
Pemerataan itu disebut esensial untuk menciptakan ekosistem pariwisata Badung yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat sektor pariwisata tidak menumpuk di satu kawasan saja.