Bali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Biliar Dunia di Nusa Dua, Hadiah Rp9,9 Miliar Diperebutkan

Penulis: Bayu Nugroho  •  Selasa, 29 September 2026 | 08:46:01 WIB
Pembukaan Predator Pro Billiard Series Indonesia 2026 berlangsung di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Badung.

BADUNG — Rangkaian pertandingan Predator Pro Billiard Series Indonesia 2026 resmi dibuka di Bali International Convention Center, Nusa Dua. Sekretaris Jenderal PB POBSI, Achmad Fadil Nasution, membuka langsung turnamen yang berlangsung selama delapan hari tersebut. Kejuaraan ini menempatkan Indonesia sebagai pusat perhatian pecinta biliar dunia sepanjang pekan.

Tiga Nomor Utama yang Dipertandingkan

Turnamen tahun ini terbagi ke dalam tiga nomor utama yang masing-masing memiliki karakter pertandingan berbeda. Ketiga nomor tersebut adalah 2026 Kamui WPA Women's 9-Ball World Championship, 2026 Iwaki Billiard WPA Men's Doubles 10-Ball World Championship, serta Aramith Men's Open.

Komposisi kategori tunggal putri, ganda putra, dan open putra dinilai sejumlah pengamat cukup menarik. Variasi nomor pertandingan memungkinkan penonton menyaksikan gaya permainan beragam dari para atlet terbaik dunia.

Hadiah USD550.000 dan Peta Kekuatan Biliar Global

Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai USD550.000 atau setara sekitar Rp9,9 miliar. Nominal tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi peserta yang datang dari berbagai benua.

Persaingan di atas meja hijau diprediksi berlangsung ketat. Gelar juara dunia dan hadiah besar menjadi taruhan utama para pemain. Hasil akhir turnamen ini juga akan memberi gambaran peta kekuatan biliar internasional menuju kompetisi-kompetisi berikutnya.

Dukungan Fasilitas BICC untuk Kompetisi Level Dunia

Panitia memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai jadwal. Dukungan fasilitas di BICC dinilai memadai untuk menggelar kompetisi level dunia, mulai dari meja pertandingan hingga pengaturan pencahayaan dan tribun penonton.

Bagi Indonesia, gelaran ini bukan sekadar perhelatan olahraga. Ajang ini menjadi panggung untuk menunjukkan kemampuan tuan rumah dalam mengelola event bertaraf internasional sekaligus memperkuat posisi negara di kancah biliar global.

Selama delapan hari ke depan, mata dunia akan tertuju ke Nusa Dua. Turnamen ini menentukan siapa yang pulang membawa trofi sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai tuan rumah yang dipercaya untuk kejuaraan biliar tingkat dunia.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: lutimterkini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top