BADUNG — Rangkaian pertandingan Predator Pro Billiard Series Indonesia 2026 resmi dibuka di Bali International Convention Center, Nusa Dua. Sekretaris Jenderal PB POBSI, Achmad Fadil Nasution, membuka langsung turnamen yang berlangsung selama delapan hari tersebut. Kejuaraan ini menempatkan Indonesia sebagai pusat perhatian pecinta biliar dunia sepanjang pekan.
Turnamen tahun ini terbagi ke dalam tiga nomor utama yang masing-masing memiliki karakter pertandingan berbeda. Ketiga nomor tersebut adalah 2026 Kamui WPA Women's 9-Ball World Championship, 2026 Iwaki Billiard WPA Men's Doubles 10-Ball World Championship, serta Aramith Men's Open.
Komposisi kategori tunggal putri, ganda putra, dan open putra dinilai sejumlah pengamat cukup menarik. Variasi nomor pertandingan memungkinkan penonton menyaksikan gaya permainan beragam dari para atlet terbaik dunia.
Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai USD550.000 atau setara sekitar Rp9,9 miliar. Nominal tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi peserta yang datang dari berbagai benua.
Persaingan di atas meja hijau diprediksi berlangsung ketat. Gelar juara dunia dan hadiah besar menjadi taruhan utama para pemain. Hasil akhir turnamen ini juga akan memberi gambaran peta kekuatan biliar internasional menuju kompetisi-kompetisi berikutnya.
Panitia memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai jadwal. Dukungan fasilitas di BICC dinilai memadai untuk menggelar kompetisi level dunia, mulai dari meja pertandingan hingga pengaturan pencahayaan dan tribun penonton.
Bagi Indonesia, gelaran ini bukan sekadar perhelatan olahraga. Ajang ini menjadi panggung untuk menunjukkan kemampuan tuan rumah dalam mengelola event bertaraf internasional sekaligus memperkuat posisi negara di kancah biliar global.
Selama delapan hari ke depan, mata dunia akan tertuju ke Nusa Dua. Turnamen ini menentukan siapa yang pulang membawa trofi sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai tuan rumah yang dipercaya untuk kejuaraan biliar tingkat dunia.