DENPASAR — Director & Executive Pastry Chef APCA Bali, Louis Tanuhadi, menyatakan animo masyarakat terhadap sekolah kuliner dan pastry tahun 2026 tergolong tinggi. Karena itu, pihaknya membatasi penerimaan calon didik hanya pada 5 kelas dengan total 60 murid. Materi pembelajaran mencakup kuliner, coklat, pastry, hingga pizza.
Louis menuturkan proses belajar dibagi dalam tiga tahap, mulai dari basic, intermediate, hingga advance. Pendaftar yang diterima akan memulai kelas pada Oktober 2026 mendatang.
Calon didik yang diterima harus memenuhi sejumlah persyaratan. Selain berusia 16 sampai 35 tahun, pendaftar wajib sehat jasmani rohani dan cakap berbahasa Inggris. APCA juga membuka opsi kursus singkat bagi peserta yang tidak mengikuti program penuh.
"Calon didik pada Oktober 2026 nanti kami akan belajar mulai tahap basic, intermediate, hingga advance. Kualifikasi usia diterima mulai umur 16 tahun s.d. 35 tahun, sehat jasmani rohani, dan cakap berbahasa Inggris. Kita terkadang ada kursus singkat juga," ujar Chef Louis.
APCA menyebut diri sebagai satu-satunya sekolah di Indonesia yang memberikan sertifikat City & Guilds. Lembaga sertifikasi internasional tersebut diakui untuk profesi kuliner di berbagai negara. Selain sertifikat itu, murid yang lulus akan menerima ijazah tamat belajar.
"Sertifikat City & Guilds adalah lembaga sertifikasi internasional dunia untuk profesi. Selain sertifikat City & Guilds, murid yang lulus akan diberikan ijazah tamat belajar," tegas Chef Louis.
Pemilihan Bali sebagai lokasi pengembangan APCA tidak lepas dari iklim pariwisata dan hospitality yang tumbuh di sana. Chef Louis menilai kehidupan di Bali mendukung proses belajar sekaligus memberi pengalaman langsung bagi murid.
Meski Indonesia punya banyak penduduk muda, Louis menilai tidak semua bakat di bidang kuliner diarahkan dengan tepat. Ia menyebut Bali sebagai wilayah dengan potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap.
"Jadi mulai dari Bali, saya lihat di Bali adalah potensi (generasi muda) yang sangat banyak sekali. Ibaratkan banyak sekali peluru yang bertebaran, tetapi tidak ada pistol yang mengarahkan," ungkapnya.
Ke depan, APCA Bali berkomitmen menghadirkan chef internasional yang akan mengajar langsung para murid. Louis menekankan pentingnya latihan berulang agar murid siap mengikuti kompetisi kuliner.
"Namun, kami APCA Bali akan mendorong hadirkan chef-chef internasional yang akan memberikan ilmu-ilmunya ke generasi muda kita. Mereka akan belajar benar-benar dari ahlinya. Kita ini adalah pekerja yang ulet dan berlatih untuk sesuai yang kita pelajari, seperti saya punya murid, mereka berlatih akan bertanding dan menang dalam suatu kejuaraan," tandasnya.