BALI — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak datar cenderung melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (22/9/2026), seiring investor menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Posisi indeks sebelumnya ditutup turun 0,88 persen ke level 6.384,73 dengan net sell asing mencapai Rp510 miliar.
Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana, menyebut sikap wait and see pelaku pasar menjelang pengumuman RDG BI menjadi faktor utama yang menahan laju IHSG. "Seiring sikap wait and see investor menanti hasil RDG BI," tuturnya dalam riset harian, Selasa (22/9/2026).
Tekanan jual asing pada sesi sebelumnya terpusat di sejumlah saham berkapitalisasi besar. Lima saham yang paling banyak dilepas asing adalah BMRI, ANTM, BBCA, TLKM, dan MDKA. Aksi net sell Rp510 miliar itu membuat IHSG gagal mempertahankan level 6.400.
BNI Sekuritas memproyeksi IHSG bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan hari ini. Support diperkirakan berada di level 6.340-6.270, sementara resistance di kisaran 6.440-6.500.
Rentang tersebut mencerminkan ekspektasi pasar bahwa indeks belum memiliki katalis kuat untuk rebound signifikan. Pelaku pasar cenderung menunggu keputusan suku bunga BI sebelum mengambil posisi lebih agresif.
Di tengah tekanan indeks, BNI Sekuritas tetap merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati investor. Enam saham yang masuk radar analis adalah:
Pilihan saham tersebut didominasi sektor energi dan komoditas, yang secara historis lebih tahan terhadap tekanan indeks saat sentimen makro sedang wait and see.
Hasil RDG Bank Indonesia menjadi fokus utama pelaku pasar hari ini. Keputusan suku bunga acuan akan memengaruhi ekspektasi terhadap pergerakan nilai tukar rupiah dan aliran modal asing ke pasar saham domestik.
Jika BI mempertahankan atau menurunkan suku bunga, potensi inflow ke aset berisiko bisa kembali terbuka. Sebaliknya, sikap hawkish akan memperkuat tekanan jual asing yang sudah terlihat pada sesi sebelumnya.
Investor disarankan mencermati respons pasar pasca-pengumuman RDG BI sebelum menentukan strategi jangka pendek, mengingat volatilitas indeks masih tinggi dalam rentang support-resistance yang sempit.