Pemantauan Gizi Anak Usia Dini: Pengukuran Tumbuh Kembang hingga MBG di Banjarbaru

Penulis: Agus Hermawan  •  Jumat, 18 September 2026 | 14:01:31 WIB

BALI — Wali Kota Banjarbaru sekaligus Bunda PAUD, Hj. Erna Lisa Halaby, meninjau langsung pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala anak di Kecamatan Cempaka. Dari kunjungan ini, ibu bisa melihat bagaimana pemantauan tumbuh kembang dan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan berdampingan untuk mencegah stunting sejak usia dini.

Kunjungan pertama digelar di Satuan Pendidikan Kelompok Belajar (KB) Cita Anak Bangsa, Jalan H. Mistar Cokrokusumo No. 21. Di lokasi ini, Bunda Lisa meninjau langsung kegiatan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala anak-anak.

Mengapa Pengukuran Fisik Anak Penting?

Pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala bukan sekadar rutinitas. Data ini menjadi alat deteksi dini untuk mengetahui apakah tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya.

Jika ada penyimpangan, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum masalah gizi memburuk. Pemantauan berkala seperti ini juga membantu guru dan orang tua melihat tren pertumbuhan anak dari waktu ke waktu.

Fokus pada Ekspresi dan Kebahagiaan Anak

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Lisa menekankan bahwa anak usia TK tidak seharusnya langsung dibebani pelajaran formal. Menurutnya, tahap ini adalah waktu bagi anak untuk berekspresi dan merasa senang, meski tetap dalam pengawasan.

"Ulun berharap di jenjang tingkat pendidikan TK ini tidak ada lagi pemberian pelajaran langsung diberikan, tetapi ini adalah tahap untuk memberikan anak bebas untuk berekspresi dulu. Buat mereka happy tapi tetap diawasi, dikontrol, dipantau," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi para guru PAUD yang dinilai sabar dan tabah mendampingi anak-anak. Bunda Lisa meminta bangunan PAUD maupun TK yang butuh perbaikan segera didata agar bisa ditangani lebih lanjut.

Meninjau Langsung Kualitas MBG di TK Negeri Pembina Cempaka

Kunjungan berlanjut ke TK Negeri Pembina Cempaka, Kompleks Cempaka Sari Jalur 17 C, RT 44 No. 173. Di sini, Bunda Lisa meninjau pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada anak-anak.

Peninjauan mencakup aspek kebersihan, kualitas gizi, higienitas, dan keamanan pangan. Bunda Lisa mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk selalu memberikan makanan dengan kualitas terbaik.

Ia menegaskan bahwa kualitas bahan makanan, kebersihan, kandungan gizi, dan keamanan pangan harus menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi anak. Dalam kesempatan itu, Bunda Lisa tidak hanya meninjau dari sisi penyajian, tetapi juga ikut mencicipi dan makan bersama anak-anak.

MBG sebagai Tambahan, Gizi Utama Tetap dari Keluarga

Bunda Lisa menegaskan bahwa MBG merupakan upaya tambahan dalam pemenuhan gizi anak. Namun, gizi utama tetap berasal dari lingkungan keluarga melalui pola makan sehat dan seimbang.

"Selain pemenuhan gizi utama tetap dimulai dari lingkungan keluarga, ulun menekankan MBG ini juga merupakan program untuk menambahan pemenuhan gizi kepada anak-anak agar terhindar dari stunting," katanya.

Kepada anak-anak, ia juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi buah dan sayur setiap hari. "Jangan lupa anak-anak harus rajin makan sayur dan buah ya, supaya tumbuh sehat, kuat dan makin pintar. Dan lebih penting agar anak-anak terhindar dari stunting," ungkapnya.

Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah

Pemantauan tumbuh kembang anak tidak hanya dilakukan di sekolah. Ibu bisa mencatat berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak secara rutin di rumah atau saat posyandu.

Pastikan juga menu harian anak mengandung protein, karbohidrat, lemak sehat, serta sayur dan buah. Jika ada kekhawatiran soal pertumbuhan anak, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

Kunjungan Bunda Lisa ke Cempaka menunjukkan bahwa perhatian terhadap anak usia dini mencakup banyak sisi: pertumbuhan fisik, pemenuhan gizi, kualitas makanan, hingga lingkungan pendidikan yang mendukung anak berekspresi. Semua ini demi satu tujuan: anak tumbuh sehat dan terbebas dari stunting.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: kakinews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top