Pendakian Gunung Burangrang hingga Manglayang Ditutup Sementara

Penulis: Candra Setiabudi  •  Kamis, 10 September 2026 | 16:16:01 WIB
Petugas Perhutani berpatroli mengantisipasi titik api di kawasan hutan Bandung Utara selama penutupan pendakian.

BALI — Penutupan tersebut mengacu pada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Sub Seksi Hukum Kepatuhan Agraria dan Komunikasi Perusahaan Perum Perhutani KPH Bandung, Endan Cahyadi, menyatakan penutupan bersifat sementara dan menyesuaikan situasi cuaca.

"Dalam SE dari Gubernur pun tidak menyebutkan tanggal pastinya, karena kita tidak bisa memprediksi sampai kapan musim kemarau ini berlangsung," kata Endan saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Lokasi Pendakian yang Ditutup

Empat destinasi pendakian yang ditutup tersebar di beberapa kabupaten. Gunung Burangrang berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Kabupaten Purwakarta. Kawasan Cikole Lembang via Trek 11 dan Lorong Lumut Sukawana masuk wilayah KBB.

Gunung Manglayang terletak di Kabupaten Bandung, sedangkan Gunung Palasari berada di Kabupaten Subang. Penutupan ini juga mencakup larangan aktivitas berkemah di area yang tersedia.

Mengapa Pendakian Ditutup?

Aktivitas pendakian yang diikuti berkemah menjadi salah satu pemicu kebakaran hutan dan lahan. Penutupan dinilai sebagai langkah paling efektif untuk mencegah kebakaran akibat ulah manusia.

"Ini salah satu antisipasi kebakaran karena ulah manusia. Jadi penutupan juga berikut dengan larangan aktivitas camping karena berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan," ujar Endan.

Patroli 24 Jam dan Luas Hutan yang Diawasi

Perum Perhutani KPH Bandung Utara melakukan patroli ke kawasan hutan selama penutupan berlangsung. Luas hutan secara administratif mencapai 20.500 hektare, mencakup Batu Kuda, Ujungberung, Cikole hingga Rajamandala, Cisalak-Serangpanjang, dan Wanayasa.

Sekitar 75 persen kawasan merupakan hutan lindung, sedangkan 25 persen sisanya hutan produksi di wilayah Padalarang, KBB. "Kami melakukan patroli untuk mengantisipasi kemunculan titik api dan pendaki ilegal. Pengawasan dilakukan selama 24 jam, karena potensi karhutla paling besar itu ada di area hutan produksi," kata Endan.

Persiapan Pemadaman Manual

Peralatan pemadaman telah disiapkan jika terjadi kebakaran. Pemadaman akan dilakukan secara manual karena kawasan hutan sulit diakses mobil pemadam kebakaran.

"Penanganan dilakukan secara manual karena mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi. Petugas Polhut dan LMDH dibekali peralatan seperti jet shooter (pompa punggung), serta mesin pompa air portable dengan selang panjang. Kendaraan operasional Polhut juga sudah dimodifikasi dan dilengkapi dengan toren air untuk mengantisipasi kejadian," kata Endan.

Tips bagi Calon Pendaki

Bagi traveler yang berencana mendaki di kawasan Bandung Utara, sebaiknya menunda jadwal hingga penutupan dicabut. Informasi terkini mengenai pembukaan kembali rute dapat dikonfirmasi via Perum Perhutani KPH Bandung atau dinas pariwisata setempat.

Alternatif destinasi pendakian di luar kawasan Bandung Utara bisa menjadi pilihan selama musim kemarau. Pastikan selalu mematuhi aturan kawasan dan tidak meninggalkan api atau puntung rokok di area hutan.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top