Peretas Kembalikan Bitcoin Rp 5,4 Triliun Usai Bobol Jaringan Liquid

Penulis: Agus Hermawan  •  Selasa, 08 September 2026 | 21:18:31 WIB
Peretas mengembalikan sekitar 3.400 bitcoin senilai Rp 5,4 triliun ke Liquid Network setelah pembobolan sistem.

BALI — Liquid Network, platform settlement yang digunakan sejumlah bursa kripto, membekukan operasionalnya sejak Minggu (19/8) setelah mengetahui dana di dompetnya digasak peretas. Jaringan yang diluncurkan Blockstream pada 2018 ini menyebut pelaku sebagai "white hat" hacker—peretas etis yang mengeksploitasi celah sebelum penjahat memanfaatkannya.

Modus Peretasan dan Negosiasi Pengembalian Dana

Media kripto melaporkan pelaku memanfaatkan bug pada sistem untuk menarik dana secara ilegal. Dalam komunikasinya, peretas sempat mengajukan syarat: dana akan dikembalikan jika Blockstream memperbaiki celah tersebut.

Samson Mow, mantan eksekutif Blockstream, menyatakan melalui unggahan di X pada Senin (20/8) bahwa bug telah diperbaiki. Dari total sekitar 4.000 bitcoin yang dicuri, sekitar 3.400 bitcoin telah dikembalikan ke pihak Liquid Network.

Sisa Dana Masih Dikuasai Peretas

Mow menegaskan sekitar 600 bitcoin yang tersisa—bernilai sekitar US$47 juta—masih berada di bawah kendali peretas. Operasional jaringan akan tetap dihentikan sementara hingga seluruh perbaikan keamanan tambahan selesai dilakukan sebelum layanan dinyalakan kembali.

Skala Pencurian Masuk Jajaran Terbesar

Berdasarkan catatan Rekt leaderboard, platform yang memantau kasus peretasan aset digital, insiden ini menempati peringkat salah satu pencurian dana digital terbesar yang pernah tercatat. Tahun ini sendiri sudah beberapa kali terjadi peretasan besar di industri kripto, menjadikan keamanan platform settlement sebagai sorotan utama para pelaku pasar.

Bagi pengguna bursa kripto yang memanfaatkan infrastruktur Liquid Network, insiden ini menjadi pengingat bahwa dana yang disimpan di platform pihak ketiga tetap membawa risiko. Meski mayoritas dana sudah kembali, kasus ini menunjukkan pentingnya verifikasi keamanan sebelum mempercayakan aset digital ke layanan penyimpanan terpusat.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top