DENPASAR — Peristiwa kebakaran itu melanda kawasan padat penduduk yang berada tepat di perbatasan Legian dan Denpasar. Berdasarkan pantauan pada Selasa siang, sejumlah bangunan di sekitar lokasi telah rata dengan tanah dan menyisakan puing hangus.
Tukiran, seorang warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi, mengaku sempat mendengar suara ledakan saat api mulai membesar pada Senin malam. Menurutnya, api dengan cepat menjalar dan membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di area tersebut.
"Mobil Avanza, pikap, itu ada. Rumah semipermanen itu semua terbakar. Banyak sekali, cuma nggak dihitung," ujar Tukiran kepada detikBali di lokasi kejadian, Selasa (1/9/2026).
Asmuni, warga lain yang rumahnya ikut menjadi korban, menyebutkan total hunian yang terdampak mencapai sekitar 100 rumah. Kawasan tersebut diketahui menjadi tempat tinggal sekaligus lokasi pengumpulan barang bekas bagi sejumlah pemulung.
Proses pemadaman api terhambat kondisi medan yang berat. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Denpasar, I Made Tirana, menyebutkan sejumlah titik api masih tertutup tumpukan seng bekas atap gudang sehingga petugas kesulitan menjangkau sumber api.
"Kalau bisa alat beratnya cepat datang, ya kita bisa cepat atasi. Ya kurang lebih dua sampai tiga hari (proses pemadaman). Mengingat luasnya, sangat luas dan juga medan yang kita tangani cukup lumayan ini, semua tertutup seng," kata Tirana di lokasi, Selasa (1/9/2026).
Pihaknya telah mengerahkan 12 armada damkar dari Kota Denpasar, ditambah enam armada bantuan dari Kabupaten Badung. Saat ini, petugas masih menunggu kedatangan alat berat ekskavator untuk membongkar material yang menutupi titik api.
Meski kerugian materi diperkirakan besar, Tirana memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, mengingat kondisi cuaca panas dan kemarau panjang yang masih melanda wilayah Bali.
"Ini menjadi pengingat agar kita semua lebih berhati-hati, terutama dalam aktivitas yang berpotensi memicu percikan api di lahan kering atau dekat permukiman," pungkasnya.