BALI —
Pada 2015, Sotheby's New York menjual kalung tersebut seharga USD 4,3 juta atau sekitar Rp 71 miliar. Angka itu wajar mengingat kalung ini terbuat dari platinum seberat 200 karat dan dihiasi 673 berlian. Nilai historisnya jauh melampaui nilai materialnya karena menjadi saksi pernikahan kerajaan yang mengubah peta politik Timur Tengah saat itu.
"Para pelaku melarikan diri dengan perhiasan tersebut ke arah yang tidak diketahui," demikian pernyataan kepolisian Wina yang dikutip The Guardian, Selasa (1/9/2026).
Menariknya, beberapa saksi masih berada di ruangan saat perampokan terjadi. Tidak ada yang terluka, tetapi polisi sempat menyebar ke seluruh pusat kota dan mengerahkan anjing pelacak untuk memburu pelaku. Media lokal Kronen melaporkan penyidik menduga kedua pelaku menjalankan "pekerjaan kontrak" atas nama geng kriminal internasional.
Jika Anda tetap ingin mengunjungi MAK, koleksi tetap museum masih dapat dinikmati. Museum ini dikenal memiliki koleksi seni terapan terbaik di Austria, termasuk furnitur, tekstil, dan keramik dari berbagai periode. Tiket masuk reguler terjangkau, tetapi jam operasional bisa berubah sewaktu-waktu.
Satu hal yang perlu dicatat: pencurian ini mengingatkan bahwa museum besar sekalipun bisa menjadi sasaran kejahatan terorganisir. Jika Anda berkunjung ke Eropa dan membawa barang berharga, simpan di hotel dan bawa salinan paspor, bukan dokumen asli. Keamanan kawasan pusat kota Wina sebenarnya tergolong baik, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan di tempat ramai.
Pameran Van Cleef & Arpels sendiri semula menjadi daya tarik utama kunjungan wisatawan ke Wina musim panas ini. Dengan ditutupnya pameran, wisatawan yang tetap ingin melihat karya rumah perhiasan Prancis itu bisa mengunjungi butik resminya di pusat kota atau menunggu jadwal pameran berikutnya di kota lain.