BALI — Pergeseran industri otomotif dari mesin mekanis ke perangkat lunak, kecerdasan buatan, dan teknologi baterai memicu perang talenta lintas sektor. Produsen kendaraan kini berebut insinyur dengan raksasa teknologi Silicon Valley. VinFast, bagian dari ekosistem Vingroup, memilih jalan berbeda: mencetak talenta sejak bangku kuliah, bukan sekadar merekrut di pasar tenaga kerja.
Data ketenagakerjaan dua negara industri otomotif utama menunjukkan urgensinya. Jerman menghadapi kekurangan sekitar 80.000 tenaga profesional terampil di sektor otomotif. Inggris mencatat lebih dari 14.000 lowongan pekerjaan otomotif, dan hanya 27 persen tenaga kerja yang memiliki kualifikasi untuk bekerja secara aman pada kendaraan listrik.
Angka-angka ini menegaskan rekrutmen konvensional tidak lagi memadai. Diperlukan investasi pelatihan intensif yang dimulai dari pendidikan formal.
VinFast membangun jalur talenta digitalnya secara mandiri melalui kemitraan dengan VinUniversity. Kerja sama ini mencakup riset teknologi baterai dan material canggih, plus kesempatan magang dan pelatihan teknis bersama para ahli.
Pada jenjang pendidikan yang lebih luas, VinFast memitrasei 19 institusi pendidikan di Vietnam untuk menyusun modul perbaikan EV—mencakup powertrain, sistem baterai, dan software diagnostik. Perusahaan juga menyediakan alat praktik dan memprioritaskan lulusan terbaik untuk direkrut.
Pendekatan yang sama diterapkan di fasilitas produksi luar Vietnam. Di pabrik Tamil Nadu, India, VinFast menargetkan 3.000 hingga 3.500 lapangan kerja langsung. Sebanyak 80 persen tenaga kerja berasal dari lulusan baru dan peserta pelatihan lokal melalui program Naan Mudhalvan.
Untuk pabrik Subang, Indonesia, tahap awal menyerap sekitar 1.700 tenaga kerja. Staf manajerial dikirim ke Vietnam selama 3–4 bulan untuk pelatihan kepemimpinan. Ahli dari Vietnam didatangkan untuk melatih teknisi lokal di Indonesia.
Kolaborasi produsen otomotif dengan lembaga pendidikan menghasilkan keuntungan yang saling menguatkan. Perusahaan memperoleh talenta siap kerja dengan pemahaman teknis yang sesuai kebutuhan industri. Institusi pendidikan memperbarui kurikulum mengikuti perkembangan teknologi real-time. Mahasiswa dan tenaga kerja lokal mendapat akses karier berkualitas serta keterampilan baru di sektor teknologi bersih.
Investasi SDM dari hulu ke hilir ini menjadi fondasi VinFast untuk menghadapi perkembangan teknologi EV dalam jangka panjang.