BALI — Nubia resmi melepas lini Neo 5 Series di Indonesia, dengan Neo 5 GT sebagai varian tertinggi. Ponsel ini bukan sekadar ponsel gaming biasa—ia membawa teknologi yang selama ini identik dengan Redmagic, sub-brand gaming Nubia. Setelah memegang unitnya beberapa hari, ada beberapa temuan menarik yang perlu kamu tahu sebelum memutuskan mengeluarkan uang di kelas harga Rp 6,5–7 juta.
Neo 5 GT ditenagai MediaTek Dimensity 7400 yang diproduksi dengan fabrikasi 4nm. Chipset ini dipadukan dengan RAM 8GB atau 12GB, serta penyimpanan internal 256GB pada kedua varian. Untuk kelas harga ini, kombinasi tersebut cukup kompetitif.
Perlu dicatat, Dimensity 7400 bukanlah chipset flagship. Ia berada di kelas menengah-atas yang lebih berorientasi pada efisiensi daya. Untuk game berat seperti Genshin Impact atau Honkai Star Rail, pengaturan grafis sedang hingga tinggi masih aman, tapi jangan berharap bisa memaksakan semua setting di level tertinggi tanpa kompromi.
Fitur yang paling membedakan Neo 5 GT dari kompetitor di kelasnya adalah Built-in Cooling Fan. Kipas ini bekerja aktif untuk membuang panas dari ruang mesin saat kamu bermain. Dalam pengujian singkat, suhu bodi belakang terasa lebih bersahabat dibanding ponsel gaming lain tanpa kipas, terutama setelah 30 menit sesi gaming.
Sistem ini didukung NeoTurbo Engine yang mengalokasikan sumber daya berdasarkan beban kerja game secara real-time. Ada juga Bypass Charging Technology yang memungkinkan daya mengalir langsung ke motherboard saat bermain sambil mengisi daya—ini membantu mengurangi panas dan meminimalkan thermal throttling.
Neo 5 GT membawa tombol bahu atau shoulder trigger dengan respons 550Hz dan dukungan Magic Touch 3.0. Tombol ini bisa dikustomisasi untuk berbagai fungsi—membidik, menembak, mengaktifkan skill, hingga shortcut item. Uniknya, tombol ini juga bisa difungsikan sebagai shortcut One Tap Photos untuk mengambil foto lebih cepat.
Untuk koneksi, ada 360° Game Antenna yang dirancang menjaga stabilitas sinyal saat bermain online. Ini penting karena masalah umum ponsel gaming adalah koneksi drop saat digenggam landscape—antena yang menyebar di beberapa titik membantu mengurangi risiko itu.
Kapasitas baterai 6.210 mAh termasuk jumbo di kelasnya. Dengan fast charging 80W, pengisian dari kosong hingga penuh diperkirakan tidak sampai satu jam. Ini angka yang solid untuk pemakaian harian—sekali charge bisa bertahan seharian penuh untuk penggunaan normal, atau sekitar 5–6 jam screen-on-time untuk gaming.
Bagian belakang Neo 5 GT menggunakan flat rear panel yang diklaim memberi ruang lebih lega bagi jari saat digenggam posisi landscape. Secara ergonomis, ini keputusan desain yang masuk akal untuk ponsel gaming.
Untuk kebutuhan harian, ponsel ini sudah dibekali sensor sidik jari di bawah layar, NFC, dan sertifikasi IP64 yang melindungi dari debu dan percikan air. Sistem operasinya memakai MYOS 16 dengan fitur AI Copilot Demi 2.0 sebagai asisten gaming, plus AI Game Space 5.0 untuk mengatur pengaturan gaming. Nubia menjanjikan pembaruan software selama lima tahun dan security patch berkala.
Seluruh lini Neo 5 Series mendapat garansi satu tahun dari Unicom Care. Pembeli juga mendapatkan AXIS Gaming Package dengan kuota gaming hingga 300GB.
Pertama, chipset Dimensity 7400 bukan kelas flagship—jika kamu mengincar performa mentah setara Snapdragon 8 Gen series, ponsel ini bukan jawabannya. Kedua, dukungan pembaruan software lima tahun memang menjanjikan, tapi perlu dilihat konsistensinya di pasar Indonesia.
Ketiga, di kelas harga Rp 6,5–7 juta, kamu bisa menemukan kompetitor dengan chipset lebih bertenaga seperti POCO atau iQOO. Namun, keduanya tidak memiliki kipas pendingin internal. Jadi pilihan kembali ke kebutuhan: kalau kamu prioritas thermal dan stabilitas gaming jangka panjang, Neo 5 GT menawarkan sesuatu yang jarang ada di kelasnya. Kalau prioritasmu adalah skor benchmark mentah, ada opsi lain yang lebih menarik.