22 Negara Ikut Doa Perdamaian Bom Bali 2002 di Kuta, DPD RI Apresiasi APBD Badung dan Museum Tragedi

Penulis: Candra Setiabudi  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:22:31 WIB
Rapat koordinasi finalisasi peringatan Doa Perdamaian Bom Bali 2002 digelar di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Selasa (4/8/2026).

BADUNG — Persiapan peringatan tragedi kemanusiaan Bom Bali 2002 resmi memasuki tahap finalisasi dengan standar protokol internasional. Anggota Komite I DPD RI utusan Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M.W.S. III (AWK), menyebut pengawalan tata cara dan etika menjadi vital karena acara ini akan dihadiri warga asing serta keluarga korban dari Australia dan Jepang.

Rapat koordinasi di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Badung pada Selasa (4/8/2026) itu melibatkan Sekretaris Dinas Pariwisata Badung, Kesbangpol Kabupaten Badung, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kuta, serta Yayasan Isana Dewata yang mewakili para korban dan keluarga korban.

Alokasi APBD untuk Agenda Berskala Global

AWK menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Badung dan Bupati Badung atas alokasi anggaran APBD yang dikucurkan khusus untuk mendanai agenda Doa Perdamaian. Ia menilai dukungan finansial daerah ini menjadi fondasi utama kelancaran acara yang melibatkan perwakilan dari 22 negara.

Sebagai jajaran Komite I DPD RI yang membidangi Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Kerja Sama Parlemen Internasional, AWK menegaskan komitmen lembaganya dalam penanggulangan terorisme. DPD RI bakal memperkuat sinergi di lapangan melalui koordinasi intensif bersama pemerintah pusat.

Sinergi dengan BNPT, LPSK, dan Densus 88

Koordinasi tersebut mencakup pemangku kepentingan nasional seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Densus 88 Antiteror Polri, serta kementerian terkait. Langkah ini dinilai penting untuk mempertegas posisi Indonesia di mata dunia sebagai negara yang aman dan berkomitmen penuh melawan segala bentuk tindakan terorisme.

Sinergi erat antara Pemkab Badung, masyarakat Kuta, dan seluruh elemen terkait diharapkan tidak hanya menyukseskan gelaran acara, tetapi juga memperkuat pesan perdamaian dari Indonesia ke panggung internasional.

Museum Tragedi Bom Bali: Penantian Lebih dari Dua Dekade

Di luar agenda Doa Perdamaian, AWK juga memberi apresiasi mendalam atas realisasi pembangunan Museum Tragedi Bom Bali oleh Pemkab Badung. Proyek ini menjadi jawaban atas penantian panjang selama lebih dari dua dekade sejak peristiwa 2002 silam.

Museum ini diproyeksikan menjadi simbol sejarah sekaligus wadah penyampai pesan kebangkitan perdamaian dari Badung untuk dunia. Keberadaannya diharapkan memperkuat narasi bahwa Bali bangkit dari tragedi dan menjadi destinasi global yang aman bagi wisatawan mancanegara.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: atnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top