DENPASAR — Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyebut struktur adat yang masih kuat menjadi modal utama dalam menjangkau warga yang membutuhkan bantuan sosial. Hal ini disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan Percepatan Perlinsos di Ruang Sewaka Mahottama, Graha Sewakadarma, Lumintang, Senin.
"Keunggulan utama Denpasar terletak pada keberadaan balai banjar dan balai desa yang sangat efektif sebagai wadah berkumpul masyarakat," ujar Arya Wibawa.
Ia membandingkan, kota seperti Surabaya membutuhkan puluhan ribu agen untuk menyisir rumah ke rumah. Denpasar, dengan memaksimalkan peran balai banjar, bisa mencapai hasil serupa dengan biaya dan waktu yang lebih hemat.
Meski capaian menunjukkan tren positif, pekerjaan rumah masih menanti. Hingga saat ini, realisasi pendataan baru mencapai sekitar 35 ribu KK, atau sekitar 60 persen dari target minimal 90 ribu KK yang ditetapkan pemerintah pusat.
Pemkot Denpasar menargetkan penambahan 2.000 hingga 2.500 KK setiap harinya. Untuk memastikan target tersebut tercapai, jadwal turun lapangan bagi perbekel, lurah, kepala dusun, dan kepala lingkungan diperbarui.
Monitoring perkembangan data pun dilakukan ketat tiga kali sehari, yakni pukul 06.00 WITA, 18.00 WITA, dan 22.00 WITA.
Percepatan pendataan ini bukan sekadar mengejar angka. Arya Wibawa menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan program perlindungan sosial tepat sasaran dan mendukung penanggulangan kemiskinan di Kota Denpasar.
Meskipun tingkat kemiskinan Denpasar berada di angka 2,6 persen—salah satu yang terendah di Indonesia—pemerintah tetap memberikan perhatian serius pada kelompok rentan. Fokus utama diarahkan pada kelompok desil 5 dan 6 agar mereka tidak terjerumus ke dalam kemiskinan ekstrem.
Pendataan Perlinsos ini dijadwalkan berlangsung hingga batas akhir yang ditetapkan pemerintah pusat pada akhir Agustus 2026. Rakor tersebut turut dihadiri Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, jajaran OPD, camat, perbekel, dan lurah se-Kota Denpasar.