DENPASAR — Partai Hanura Bali menargetkan kebangkitan politik dengan menggarap segmen pemilih Generasi Z pada Pemilu 2029. Target itu disampaikan Ketua DPD Hanura Bali Gde Wirajaya Wisna usai pelantikan pengurus DPD dan DPC se-Bali periode 2025-2030 yang digelar di Denpasar, Minggu (2/8).
Wirajaya mengakui partainya saat ini hanya memegang enam kursi legislatif di Bali. Padahal, Hanura pernah memiliki kekuatan politik besar di provinsi ini, hampir di seluruh kabupaten/kota memiliki fraksi bahkan unsur pimpinan DPRD.
"Hanura Bali juga menyiapkan strategi untuk menarik dukungan pemilih muda yang diproyeksikan menjadi kelompok dominan pada Pemilu 2029. Pendekatan politik yang lebih adaptif dinilai menjadi kunci dalam menjangkau Generasi Z," ujar Wirajaya.
Selain fokus pada pemilih muda, partai berlambang Singa ini akan melakukan roadshow ke seluruh daerah di Bali. Langkah itu sekaligus untuk melengkapi administrasi dan memperkuat sekretariat partai hingga tingkat bawah.
Wirajaya memastikan struktur kepengurusan Hanura di Bali telah terbentuk hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) di seluruh kabupaten/kota. Total ada 57 PAC yang siap bekerja memenangkan partai pada kontestasi lima tahunan mendatang.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, jajaran KPU Provinsi Bali, pengurus DPP Partai Hanura, serta perwakilan sejumlah partai politik.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, menyampaikan pesan tegas kepada seluruh kader di Bali. Menurutnya, keberhasilan partai tidak hanya diukur dari jumlah kader atau besarnya struktur organisasi, tetapi dari kemampuan menghadirkan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kalau Hanura tidak memberikan manfaat bagi masyarakat Bali, tutup saja Hanura di Bali. Yang dibutuhkan rakyat bukan sekadar bertambahnya partai politik, tetapi partai yang memiliki gagasan besar dan bekerja untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Rio Capella menjelaskan DPP telah melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk perubahan identitas partai dengan logo baru bergambar Singa sebagai simbol semangat baru menghadapi Pemilu 2029. Ia mengajak seluruh kader membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh masyarakat, tokoh agama, kalangan profesional hingga generasi muda untuk bersama-sama membangun partai.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam politik, bukan sekadar memenuhi ketentuan kuota 30 persen. Partai membutuhkan peran aktif perempuan dalam pengambilan keputusan dan perjuangan politik.
Wirajaya menambahkan, konsolidasi organisasi yang dilakukan saat ini menjadi modal utama menghadapi verifikasi partai politik dan Pemilu 2029. "Hanura ingin mengembalikan kejayaan politiknya di Bali. Itu yang ingin kami raih kembali," tegasnya.