MANGUPURA — Kompetisi selancar bergengsi Rip Curl Cup Padang Padang resmi bergulir untuk edisi ke-23. Ajang yang berlangsung 1–31 Agustus 2026 ini mempertemukan 24 peselancar terbaik, dengan komposisi berimbang antara talenta lokal dan pendatang internasional.
Pembukaan di Pantai Padang Padang, Labuan Sait, Sabtu (1/8/2026), ditandai pemukulan gong oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Turut hadir Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Camat Kuta Selatan Kadek Laksana, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya, serta pengelola kawasan Labuan Sait Made Wijana.
Adi Arnawa menegaskan event ini bukan sekadar kompetisi olahraga. Ia menyebut ajang tersebut sebagai sarana promosi sport tourism yang efektif bagi Kabupaten Badung dan Bali secara umum.
"Kegiatan hari ini bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, melainkan sekaligus sebagai sarana promosi sport tourism yang sangat efektif bagi Kabupaten Badung dan Bali secara umum," ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Di sela pembukaan, bupati menyoroti persoalan kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan wisata tersebut. Pemkab Badung saat ini tengah membangun akses jalan baru yang menghubungkan Labuan Sait dengan Jimbaran.
Jalan tersebut dirancang sepanjang 10 kilometer dengan lebar 24 meter. Adi Arnawa berharap proyek ini tuntas sebelum perhelatan tahun depan.
"Ini bentuk komitmen saya selaku Bupati dalam mengatasi kemacetan di seputaran Labuan Sait. Saat ini kami sedang membangun jalan dari Labuan Sait menuju Jimbaran sepanjang 10 kilometer dengan lebar 24 meter. Mudah-mudahan pada kejuaraan ke-24 tahun depan, aksesnya akan jauh lebih tertib, nyaman, dan aman," jelasnya.
General Manager Rip Curl, James Hendy, mengungkapkan alasan utama ajang ini digelar sejak awal. Menurutnya, event ini dirancang untuk mengangkat talenta selancar lokal Indonesia ke permukaan.
"Alasan kami memulai event ini adalah untuk menonjolkan talenta selancar lokal Indonesia. Banyak peselancar terbaik dunia sebenarnya tinggal di sini, tetapi dulunya bakat mereka tidak terlihat oleh dunia luar. Melalui ajang ini, kami menghadirkan peselancar internasional untuk membantu mengangkat profil peselancar Indonesia ke panggung global," ungkap James Hendy.
Catatan historis ajang ini menunjukkan dominasi peselancar Indonesia yang lebih sering membawa pulang gelar juara dibandingkan atlet asing. Format kompetisi tahun ini tetap menggunakan sistem "It's On When It's On", di mana pertandingan hanya digelar saat kondisi ombak mencapai kualitas terbaik.
Adi Arnawa turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan pantai, khususnya dari sampah plastik. Ia menilai daya tarik wisata Badung sangat bergantung pada kelestarian lingkungan pesisir.
Ia optimistis pelaksanaan Rip Curl Cup yang bertepatan dengan musim kunjungan wisatawan akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata hingga akhir tahun.