Konser Tumpek Krulut 2026 di Art Centre Denpasar Dipadati Ribuan Warga, Gubernur Koster: Seni Jadi Media Rawat Kasih Sayang

Penulis: Candra Setiabudi  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:38:31 WIB
Ribuan warga memadati panggung terbuka Ardha Candra di Art Centre Denpasar untuk menyaksikan Konser Tumpek Krulut 2026, Sabtu (1/8/2026) malam.

DENPASAR — Panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Art Centre Denpasar berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (1/8/2026) malam. Ribuan pasang mata tertuju pada panggung utama saat musisi dan penyanyi papan atas Bali bergantian menghibur dalam konser gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Bali.

Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Tumpek Krulut atau yang dikenal sebagai Rahina Tresna Asih, Hari Kasih Sayang versi masyarakat Bali. Selain sebagai ajang hiburan, perhelatan ini diinisiasi untuk memperkuat nilai-nilai budaya dan mengenalkan filosofi luhur warisan leluhur kepada generasi penerus.

Daftar Musisi dan Suasana Malam di Art Centre

Deretan nama besar musik Bali modern tampil memanaskan suasana sejak sore hingga malam. Bagus Wirata, Lolot Band, Joni Agung, Leeyonk Sinatra, Yong Sagita, Bintang Band, Bayu KW, Lebri Partami, Putri Bulan, hingga Gus Veron sukses membuat penonton larut dalam kegembiraan.

Lagu-lagu yang akrab di telinga masyarakat Bali mengalun, membuat ribuan pasang tangan ikut bergoyang. Suasana kebersamaan terasa kental di antara warga yang datang dari berbagai penjuru Pulau Dewata.

Makna Tumpek Krulut Menurut Gubernur Koster

Di sela-sela pertunjukan, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa konser ini punya misi lebih dalam dari sekadar memeriahkan malam. Ia ingin masyarakat, terutama generasi muda, memahami esensi Tumpek Krulut yang sarat filosofi.

“Malam ini kita menikmati hiburan oleh para seniman dan pemain musik kita di Bali,” ujar Gubernur Wayan Koster di lokasi acara.

Menurutnya, masyarakat Bali harus mengenal betul makna hari suci ini beserta nilai kearifan lokal lainnya. “Masyarakat Bali harus tahu apa itu Tumpek Klurut dan juga nilai kearifan lokal lainnya supaya generasi penerus memahami dan menghayati warisan leluhur Bali,” katanya.

Koster menambahkan, pelestarian budaya tak cukup hanya lewat ritual keagamaan. Pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti seni pertunjukan dan musik, dinilai efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut.

Bukan Hanya Hiburan, Seni Sebagai Sarana Memperhalus Budi

Dalam tradisi Bali, Tumpek Krulut dimaknai sebagai hari untuk menumbuhkan kasih sayang, kelembutan hati, persaudaraan, serta keharmonisan antarsesama. Filosofi ini juga berkelindan erat dengan dunia seni.

Di Bali, seni bukan sekadar media hiburan semata. Lebih dari itu, seni adalah sarana untuk memperhalus budi pekerti, memperkuat tali persaudaraan, dan menjaga keseimbangan kehidupan. Melalui konser budaya ini, masyarakat diajak merasakan langsung bagaimana seni mampu menjadi perekat hubungan sosial sekaligus penjaga identitas budaya di tengah gempuran zaman.

Tali Asih untuk Pelajar dan Rangkaian Kegiatan Sosial

Masih dalam rangkaian acara yang sama, Gubernur Bali juga menyerahkan tali kasih kepada 30 siswa SMA, SMK, dan SLB se-Bali. Bantuan ini menjadi simbol perhatian pemerintah kepada calon penerus bangsa yang diharapkan mampu menjaga budaya dan membangun daerah.

Perayaan Tumpek Krulut tahun ini tidak berhenti di panggung konser. Pemerintah Provinsi Bali menggandeng puluhan pelaku UMKM untuk menyediakan makanan dan minuman gratis bagi masyarakat di berbagai kabupaten dan kota. Langkah ini sekaligus menjadi suntikan nyata bagi pertumbuhan usaha mikro lokal.

Di sektor kesehatan, layanan cek kesehatan gratis juga digelar serentak di rumah sakit, puskesmas, klinik, serta fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta di seluruh Bali. Program ini diharapkan meningkatkan kesadaran warga untuk memeriksakan kesehatan sejak dini.

Rangkaian kegiatan yang memadukan seni, budaya, dan layanan sosial ini diharapkan mampu menumbuhkan nilai Tresna Asih, gotong royong, dan kepedulian di tengah masyarakat. Dengan begitu, warisan budaya Bali tetap lestari dan relevan bagi generasi masa kini dan masa depan.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: mediapelangi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top