Pelindo Bali Nusra Dukung 150 Peserta P3MD di Pelabuhan Benoa, Sediakan Kapal Perang untuk Wisuda Kebangsaan

Penulis: Darmawan Putra  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:09:01 WIB
peserta P3MD mengikuti acara puncak di atas KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar.

DENPASAR — Pelabuhan Benoa tidak hanya berfungsi sebagai simpul logistik, tetapi kali ini menjadi ruang pembentukan karakter calon pemimpin bangsa. Sebanyak 150 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) Batch I Angkatan Soedirman mengikuti acara puncak di atas geladak KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, yang menjadi simbol ketahanan maritim Indonesia.

Kegiatan yang diberi nama "Widya Bhakti Puputan Margarana" ini digelar di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa. Kehadiran kapal perang dalam prosesi ini memberikan nuansa berbeda, mengingatkan para peserta pada nilai perjuangan dan pengorbanan, sejalan dengan semangat Puputan Margarana dari Bali.

Sinergi TNI, BUMN, dan Pemerintah dalam Satu Geladak

Acara ini bukan sekadar seremoni. Rangkaian kegiatan dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah pusat, pimpinan BUMN, TNI-Polri, serta Forkopimda Provinsi Bali. Komandan Batch I Angkatan Soedirman, Marsma TNI Dr. Anton Pallaguna, bersama Ketua Tim Pengendali P3MD Marsdya TNI (Purn.) Kusworo, dan Wakil Kepala BP BUMN Tedy Bharata turut hadir memberikan pengarahan langsung kepada para peserta didik.

Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan bahwa program ini mendapatkan perhatian serius dari lintas sektor. Pertunjukan seni budaya dari para peserta turut memeriahkan acara, menampilkan kreativitas dan semangat kebangsaan generasi muda.

Bukan Sekadar Kecerdasan Intelektual

Dalam sambutannya, Wakil Kepala BP BUMN Tedy Bharata menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mencetak generasi pemimpin yang unggul secara intelektual. Namun yang lebih penting, para peserta juga dibekali karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi yang menjadi bekal menghadapi tantangan Indonesia di masa depan.

"Program ini hadir untuk membentuk pemimpin yang memiliki semangat pengabdian kepada bangsa," ujar Tedy Bharata dalam keterangannya.

Pelindo: Pelabuhan sebagai Ruang Kolaborasi Bangsa

Sub Regional Head Pelindo Bali Nusra, Fariz Hariyoso, menyampaikan kebanggaannya karena Pelabuhan Benoa dipercaya menjadi lokasi kegiatan strategis nasional ini. Menurutnya, penyediaan infrastruktur dan layanan kepelabuhanan yang andal merupakan kontribusi nyata Pelindo dalam mendukung program pemerintah.

"Pelabuhan bukan sekadar simpul logistik, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk membangun pemimpin yang memahami pentingnya konektivitas dan kemajuan Indonesia," ujar Fariz.

Gerbang Maritim untuk Indonesia Timur

Pemilihan Pelabuhan Benoa sebagai lokasi acara puncak bukan tanpa alasan. Sebagai gerbang maritim di kawasan timur Indonesia, pelabuhan ini menjadi representasi nyata dari konektivitas yang menghubungkan berbagai wilayah Nusantara. Para peserta P3MD dapat melihat langsung bagaimana infrastruktur kepelabuhanan berstandar internasional beroperasi.

Pelindo berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal sekaligus mendukung berbagai agenda strategis pemerintah. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing di kancah global.

Setelah rangkaian kegiatan di Bali usai, para peserta didik P3MD akan melanjutkan pelayaran menuju Jakarta. Mereka membawa pengalaman berharga tentang nilai sejarah, semangat perjuangan, dan pemahaman tentang peran infrastruktur maritim bagi kemajuan bangsa.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: baliekbis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top