BALI — Kemenangan ini tak datang semudah yang diperkirakan. Meski unggul jumlah pemain sejak Timor Leste harus bermain dengan 10 orang, Indonesia justru kesulitan menembus pertahanan rapat lawan sepanjang babak pertama. Gol baru lahir di 16 menit akhir laga, sekaligus menegaskan bahwa tim asuhan Patrick Kluivert masih butuh waktu untuk menemukan ritme permainan terbaiknya.
Shayne Pattynama menjadi penentu saat laga memasuki fase krusial. Tendangannya pada menit ke-74 berhasil menembus jala gawang Timor Leste, sekaligus melepaskan tekanan dari tribun pendukung yang mulai cemas melihat kebuntuan tim.
Gol tersebut membuka keran kemenangan. Thom Haye dan Mitchell Baker bergantian mencatatkan nama di papan skor untuk memastikan kemenangan yang pada akhirnya terlihat meyakinkan, meski prosesnya penuh perjuangan.
Shayne Pattynama memberikan kredit kepada kegigihan Timor Leste yang tak menyerah meski bermain dengan 10 pemain. Ia menilai perlawanan sengit tersebut justru membuat kemenangan ini terasa lebih berarti bagi skuad Garuda.
"Mereka tetap memberikan perlawanan hebat meski harus bermain dengan 10 orang. Kami akhirnya berhasil menjadi pemenang, kami terus berjuang hingga akhir dan bagus akhirnya kami menciptakan tiga gol," ungkap Shayne usai pertandingan di Chonburi.
Tiga poin ini menjadi bekal berharga bagi Indonesia di Grup A. Kemenangan telak di laga pembuka memberikan modal mental yang kuat, meski evaluasi besar menanti lini depan yang tumpul di babak pertama.
Tambahan waktu untuk memperbaiki penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama sebelum menghadapi lawan berikutnya. Dengan tiga gol di akhir laga, Timnas Indonesia membuktikan kedalaman skuad mampu menjadi pembeda ketika pertandingan berjalan ketat.