BALI — Memasuki paruh kedua 2026, persaingan wearable di kelas menengah kian ketat. Xiaomi masih memegang posisi kuat dengan tiga produk yang saling mengisi segmen berbeda: Watch S5 di harga Rp 2,8 juta, Smart Band 10 Pro di Rp 1,3 juta, dan satu model lain yang melengkapi lini mereka. Artikel ini mengulas tiga perangkat tersebut berdasarkan spesifikasi resmi dan konteks pasar, bukan sekadar klaim pabrikan.
Watch S5 jelas menyasar pengguna yang butuh perangkat serius untuk pelacakan olahraga. Bodi dan bezel stainless steel memberikan kesan premium yang tidak ditemukan di kompetitor segmen harga yang sama. Layar AMOLED 1,48 inci dengan HyperOS menawarkan pengalaman navigasi yang mulus, namun perlu dicatat bahwa ekosistem aplikasi pihak ketiga masih terbatas dibandingkan Wear OS.
Fitur unggulan utamanya adalah GPS dual-band yang mendukung lima sistem satelit. Artinya, akurasi pelacakan rute lari atau bersepeda di area padat gedung akan jauh lebih presisi. Baterai 21 hari dalam penggunaan normal adalah klaim yang masuk akal untuk ukuran smartwatch dengan layar AMOLED, meski penggunaan GPS aktif terus-menerus akan memangkas angka tersebut secara signifikan.
Sertifikasi 5ATM dan dukungan 150 mode olahraga membuatnya layak untuk latihan berat. Namun, perlu diingat: harga Rp 2,8 juta menempatkannya bersaing langsung dengan lini Galaxy Watch FE atau Garmin Forerunner entry-level. Xiaomi mengandalkan fitur lengkap, sementara kompetitor menawarkan ekosistem yang lebih matang.
Ini adalah produk paling menarik dari segi nilai. Di harga Rp 1,3 juta, Anda mendapatkan built-in GNSS yang mendukung lima sistem satelit—fitur yang biasanya baru hadir di smartwatch dua kali lipat harganya. Desain ultra-tipis 9,7 mm membuatnya nyaman dipakai sepanjang hari, termasuk saat tidur untuk pemantauan kualitas tidur.
Layar AMOLED 1,74 inci cukup lega untuk melihat notifikasi dan data olahraga dengan jelas. Sensor detak jantung dan SpO2 yang disematkan tergolong responsif untuk kategori band, meski tidak seakurat sensor di jam tangan medis. Baterainya juga awet, umumnya bisa bertahan lebih dari seminggu dengan penggunaan normal.
Kekurangan utamanya jelas: ini tetap sebuah band, bukan smartwatch. Anda tidak bisa mengganti strap dengan mudah, dan interaksi layar sentuhnya lebih sederhana. Bagi pengguna yang tidak butuh fitur smartwatch penuh—seperti panggilan Bluetooth atau asisten suara—produk ini lebih masuk akal secara finansial.
Dari tiga produk yang direkomendasikan, pilihan terbaik sangat bergantung pada prioritas. Watch S5 adalah pilihan tepat untuk mereka yang ingin tampilan premium dan fitur lengkap dalam satu perangkat. Smart Band 10 Pro adalah pilihan cerdas untuk pelari atau pesepeda yang menginginkan GPS akurat tanpa merogoh kocek dalam.
Model ketiga di daftar ini—yang tidak disebutkan secara spesifik di bahan—berada di antara keduanya, menawarkan kompromi antara desain jam tangan dan harga lebih terjangkau. Namun, dari segi nilai murni, Smart Band 10 Pro memberikan fitur GPS paling banyak per rupiah.