KLUNGKUNG — Insiden tragis itu terjadi pada Jumat (24/7/2026) saat korban berada di dapur dan tidak sengaja terkena air panas. Keluarga langsung mengevakuasi balita tersebut ke RSUD Klungkung untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa, mengonfirmasi bahwa hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan luka bakar paling parah berada di sisi kanan tubuh pasien.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami luka bakar seluas sekitar 55 persen dari total permukaan tubuh. Area yang paling banyak mengalami luka berada di sisi kanan tubuh," ujar Widiyasa saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).
Mengingat luas dan tingkat keparahan luka, tim dokter RSUD Klungkung langsung menurunkan dokter spesialis bedah plastik. Operasi pertama dilakukan untuk membersihkan dan menangani jaringan kulit yang rusak.
"Pasien masih dirawat di Ruang Bakas. Operasi pertama sudah dilakukan oleh dokter bedah plastik, dan besok, Jumat (31 Juli 2026), direncanakan kembali menjalani operasi lanjutan," pungkas Widiyasa.
Hingga Kamis (30/7/2026), balita tersebut terlihat berbaring lemah dengan luka yang sudah terbalut perban. Tim medis terus memantau perkembangan kondisinya secara berkala di ruang perawatan intensif.
Langkah medis lanjutan sudah disiapkan untuk menekan risiko komplikasi dan infeksi pada jaringan kulit korban. Pasien membutuhkan pengawasan ketat mengingat luka bakar yang diderita tergolong berat.