BALI — Denza Z akhirnya mendapat panggung yang layak. Melalui akun resmi Weibo, Denza mengumumkan bahwa supercar listrik andalannya akan menjalani debut global di Goodwood Festival of Speed, Inggris, pada 9-12 Juli 2026. Ajang yang disebut Denza sebagai "aula balap berusia seabad" ini dipilih untuk memperkenalkan mobil sport premium tersebut ke pasar global.
Angka 1.582 HP bukan sekadar klaim pemasaran. Dengan daya sebesar itu, Denza Z langsung masuk dalam jajaran hypercar listrik paling bertenaga di dunia. Belum ada rincian resmi mengenai konfigurasi motor listrik atau kapasitas baterai, namun spek ini menempatkannya sejajar dengan supercar legendaris yang kerap hadir di Goodwood.
BYD dikenal agresif dengan teknologi listriknya. Denza sebagai sub-brand premium menjadi kendaraan untuk menunjukkan puncak kemampuan teknis mereka. Goodwood menjadi tempat yang tepat: trek ikonik ini biasa dipakai untuk uji coba mobil-mobil dengan performa ekstrem.
Pilihan lokasi ini menarik. Biasanya, mobil China debut di dalam negeri atau di ajang seperti Auto Shanghai. Denza justru memilih Inggris, jantung industri motorsport Eropa. Langkah ini menegaskan bahwa target pasar Denza Z bukan hanya domestik, melainkan global — khususnya para kolektor dan penggemar supercar di Eropa dan Amerika.
Goodwood Festival of Speed dikenal sebagai tempat produsen otomotif memamerkan kendaraan performa tinggi di hadapan audiens yang paham. Denza ingin membuktikan bahwa mobil listrik China bisa tampil percaya diri di panggung yang sama dengan Ferrari, McLaren, atau Porsche.
Denza Z bukan sekadar mobil konsep. Model ini sudah beberapa kali terlihat dalam tahap pengujian di China, dengan bentuk roadster dua kursi dan garis bodi yang agresif. BYP sebelumnya sempat memperkenalkan konsep Yangwang U9, namun Denza Z hadir dengan pendekatan yang sedikit berbeda — lebih fokus pada kemewahan dan pengalaman berkendara premium.
Belum ada informasi mengenai harga atau ketersediaan untuk pasar Indonesia. Namun, dengan spek dan target pasar seperti ini, Denza Z jelas akan diposisikan sebagai barang langka dan eksklusif. Jika pun masuk ke Indonesia, harganya dipastikan akan jauh di atas Rp 5 miliar.
BYD bukan satu-satunya pabrikan China yang melirik Goodwood. Beberapa tahun terakhir, merek seperti Nio dan Xpeng juga mulai hadir di Eropa. Namun, Denza Z membawa misi berbeda: membuktikan bahwa mobil listrik China bisa bersaing di segmen hypercar yang selama ini dikuasai pabrikan Italia dan Inggris.
Goodwood 2026 akan menjadi panggung pertama. Pertanyaannya sekarang, apakah Denza Z hanya akan menjadi pajangan statis atau benar-benar akan menjalani hill climb di trek ikonik tersebut? Jawabannya baru akan diketahui pada 9 Juli mendatang.