Sanggar Seni Kakul Mas Gianyar Tampilkan Dramatari Klasik Gambuh di PKB 2026, Angkat Kisah Penyucian Bumi

Penulis: Candra Setiabudi  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 13:21:01 WIB
Sanggar Seni Kakul Mas tampilkan dramatari klasik Gambuh dengan lakon penyucian bumi di PKB 2026.

GIANYAR — Sanggar Seni Kakul Mas dari Desa Batuan, Gianyar, Bali, mementaskan dramatari klasik Gambuh dengan lakon kisah Malat atau penyucian bumi dalam rangka mendukung tema Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Atma Kerthi. Pementasan yang digelar di Denpasar ini menyajikan struktur pertunjukan tradisional utuh yang menggabungkan seluruh unsur seni dalam satu kesatuan drama tari, bukan sekadar rangkaian tarian terpisah.

Mengapa Lakon Malat Dipilih untuk PKB 2026?

Pembina Sanggar Seni Kakul Mas, I Ketut Wirtawan, menjelaskan bahwa pementasan ini mengangkat potongan cerita perjalanan tokoh Panji yang mencari kekasihnya. Judul pementasan, Marasuda Bumi, sengaja diselaraskan dengan tema besar PKB 2026 yang bermakna penyucian unsur-unsur bumi.

"Tema pementasan ini Marasuda Bumi disesuaikan dengan tema PKB 2026 yang bermakna penyucian unsur-unsur bumi," ujar Wirtawan di Denpasar, Selasa.

42 Personel Terlibat, Latihan Digelar Selama Tiga Pekan

Manajemen sanggar menerapkan jadwal latihan ketat selama tiga minggu untuk menjaga kualitas pementasan. Total 42 orang terlibat dalam produksi ini, terdiri dari 38 penari dan penabuh, serta tim seksi pendukung.

"Persiapan latihan PKB 2026 memakan waktu selama 3 minggu dengan melibatkan total 42 orang termasuk 38 penari dan penabuh, serta tim seksi pendukung," tutur Wirtawan merinci data personel.

Seluruh tim produksi bekerja secara simultan demi kelancaran pementasan. Pengalaman tampil pada tahun sebelumnya menjadi modal penting bagi sanggar.

Dialog Berbahasa Kawi dan Suling Bambu Jadi Daya Tarik

Dramatari klasik Gambuh yang ditampilkan menyuguhkan keunikan tersendiri bagi pengunjung. Para penari membawakan dialog berbahasa Kawi yang diiringi melodi suling bambu ukuran besar, menciptakan atmosfer pertunjukan yang khas dan sakral.

Wirtawan menekankan bahwa pementasan ini merupakan satu kesatuan drama tari utuh, bukan rangkaian tari terpisah. Esensi pertunjukan tradisional dijaga dengan melibatkan lintas generasi seniman lokal di Sukawati.

Tantangan Kecil dan Harapan Revitalisasi Seni Klasik

Meski sudah rutin tampil di PKB setiap tahunnya, sanggar tetap menghadapi tantangan kecil. "Tidak ada kendala besar yang berarti karena Sanggar Seni Kakul Mas sudah rutin tampil di PKB setiap tahunnya termasuk tahun lalu di Ksirarnawa. Tantangan kecil hanya sebatas kedisiplinan kehadiran 1-2 anggota saat latihan gabungan," ucapnya.

Karakter penari bentukan sanggar dinilai sangat siap tampil di panggung besar, sehingga hambatan teknis selama masa persiapan tiga minggu mampu diatasi.

Seni Gambuh sendiri merupakan dramatari klasik tertua dalam khazanah budaya Bali. Ragam gerak dan pakem vokalnya menjadi fondasi bagi tarian Bali modern. Wirtawan berharap pemerintah lebih giat menggali dan melestarikan kembali tarian-tarian klasik di desa-desa.

"Pemerintah atau pihak terkait diharapkan lebih giat menggali dan melestarikan kembali tarian-tarian klasik yang ada di desa-desa, seperti drama tari Gambuh, Wayang Wong, dan sejenisnya," kata Wirtawan.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: bali.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top