BALI — Berdasarkan pantauan di sejumlah dealer Kota Jambi, penjualan mobil bekas dalam satu bulan terakhir menurun akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Pasokan kendaraan yang membludak membuat pelaku usaha mulai menyesuaikan harga, terutama untuk segmen mobil keluarga dan SUV.
Untuk konsumen dengan anggaran terbatas, sejumlah pilihan mobil keluarga ekonomis kini tersedia dengan harga mulai Rp42 juta. Suzuki APV Arena keluaran 2008–2010 misalnya, dibanderol mulai Rp42 juta, sementara Suzuki Carry Minibus berada di kisaran Rp45 juta.
Mobil perkotaan seperti Daihatsu Ayla dan Toyota Agya generasi awal bisa didapatkan mulai Rp50 juta. Satu level di atasnya, Honda Brio Satya lansiran awal ditawarkan mulai Rp52 juta. Toyota Avanza generasi pertama, yang lama menjadi primadona keluarga Indonesia, kini dilego mulai Rp53 juta. Daihatsu Gran Max MB berada di posisi termahal segmen ini dengan harga mulai Rp60 juta.
Di kelas menengah, Isuzu Panther Kapsul menjadi pilihan legendaris dengan harga mulai Rp70 juta. Honda CR-V generasi ketiga, yang dikenal tangguh, kini bisa dibawa pulang dengan uang Rp85 juta. Bagi yang membutuhkan kendaraan kerja serbaguna, Mitsubishi Strada Triton tersedia mulai Rp92 juta.
Mobil dengan desain unik seperti Nissan Juke dibanderol mulai Rp145 juta, sementara Daihatsu Taft yang bergaya retro-offroad mulai Rp150 juta. Toyota Avanza Veloz, varian tertinggi Avanza, menyentuh angka Rp191 juta.
Untuk segmen mobil mewah, Toyota Alphard generasi awal bisa diperoleh mulai Rp160 juta. Harga ini menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan kelas atas dengan budget setara mobil baru menengah.
Pelaku usaha mobil bekas di Kota Jambi memprediksi pasar akan berangsur pulih pada kuartal ketiga 2026. Optimisme ini didorong oleh program pembiayaan dari perusahaan leasing yang menawarkan cicilan ringan mulai sekitar Rp1 juta per bulan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Meski harga sedang bersahabat, calon pembeli tetap disarankan memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh. Riwayat servis dan kelengkapan dokumen wajib dicek sebelum melakukan transaksi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.