Gong Kebyar Wanita Tabanan Tampil Memukau di PKB 2026, Kisahkan Perjuangan Pahlawan Sagung Ayu Wah

Penulis: Candra Setiabudi  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 00:03:31 WIB
Gong Kebyar Wanita Tabanan tampil memukau dengan pertunjukan bertema perjuangan Sagung Ayu Wah di PKB 2026.

SINGASANA — Bukan sekadar suguhan seni, penampilan Gong Kebyar Wanita asal Tabanan di PKB 2026 ini sarat akan pesan sejarah. Sanggar Gong Istri Kesari Mesari 108 dari Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, yang menjadi duta daerah, tampil kompak dan penuh semangat di hadapan ribuan pasang mata.

Mengangkat Kisah Sagung Ayu Wah Lewat Tabuh dan Tari

Pertunjukan dibuka dengan Tabuh Kreasi ‘Gedebong Belus’. Garapan ini menggambarkan keberanian dan keteguhan Sagung Ayu Wah dalam menghadapi tantangan, dengan ritme dan tempo yang kuat.

Setelah itu, Tari Kreasi Semara Ratih ditampilkan untuk mengangkat tema keharmonisan keluarga sebagai dasar membangun sumber daya manusia. Sebagai penutup, Sandyagita ‘Jana Bali Kawista’ menyampaikan pesan tentang kesucian jiwa yang berlandaskan nilai Tri Hita Karana dan Sad Kerthi.

Apresiasi Bupati Tabanan: Karya Seni yang Mendidik

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi. Menurut dia, pertunjukan tersebut bukan hanya megah secara artistik, tetapi juga menjadi media edukasi yang kuat.

“Garapan ini luar biasa, tidak hanya megah secara artistik, tetapi juga sarat makna perjuangan dan nilai luhur. Ini menjadi kekuatan penting dalam menjaga identitas budaya Bali,” ujar Sanjaya.

Ia berharap semangat berkesenian terus diwariskan kepada generasi muda agar Tabanan terus melahirkan karya seni berkualitas yang memperkuat jati diri budaya Bali.

Warisan Seni Unggulan dan Penguatan Sejarah Lokal

Penampilan Duta Tabanan pada PKB tahun ini juga menegaskan posisi Gong Kebyar sebagai salah satu warisan seni unggulan Bali. Melalui pertunjukan ini, nilai sejarah perjuangan Sagung Ayu Wah diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Bupati Sanjaya menambahkan bahwa pertunjukan ini bukan sekadar hiburan. Ia menilai garapan tersebut mengandung pesan moral dan semangat perjuangan leluhur Bali yang relevan untuk terus dilestarikan. *des

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: nusabali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top