Serangan Gelar Bazar Budaya Bali, Targetkan 3.000 Pengunjung

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:27:38 WIB
Pengunjung menikmati suasana bazar budaya Bali di kawasan KEK Kura-Kura, Denpasar.

Denpasar — Pesisir Serangan menjadi pusat aktivitas budaya dan perdagangan saat pelaksanaan bazar berlangsung selama dua hari, 2–3 Mei 2026. Kegiatan ini digelar di kawasan KEK Kura-Kura Bali, tepatnya di UID Bali Campus, dengan jam operasional pukul 16.00–21.00 WITA. Zefri Alfaruqy, Head of Department Kura-Kura Bali, menyampaikan bahwa bazar kali ini menargetkan 3.000 pengunjung—peningkatan signifikan dibanding penyelenggaraan perdana pada Februari lalu.

Edisi kedua ini menghadirkan 70 tenant, terdiri dari 30 unit F&B, 10 workshop, dan 30 retail. Pelaksana UMKM Serangan, Kadek Erni, melihat acara sebagai peluang strategis memperkenalkan kuliner khas daerah ke pangsa pasar yang lebih luas. Konsep ramah lingkungan diterapkan melalui pengurangan penggunaan plastik, sementara acara terbuka untuk semua kalangan, termasuk pengunjung yang membawa hewan peliharaan.

Budaya Bali Jadi Daya Tarik Utama

Mengusung tema "Bali Revival", edisi kali ini menonjolkan nuansa budaya Bali yang lebih kuat dan interaktif. Pengunjung dapat mencoba sesi foto busana adat Bali dan belajar langsung Tari Kecak bersama komunitas seni lokal. Pertunjukan kecak menjelang malam menjadi magnet utama, dipadukan dengan penampilan musik tradisional, DJ, dan kolaborasi dengan komunitas lokal.

"Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas jual beli," kata Zefri, Sabtu (2/5). "Ini adalah wadah interaksi antara pelaku UMKM, seniman, hingga komunitas lokal dalam suasana santai khas pesisir."

Pengalaman autentik juga ditawarkan melalui aktivitas menyusuri kanal menggunakan jukung tradisional. Workshop kreatif membuka ruang interaksi langsung antara pengunjung dan pelaku seni serta kreator lokal. Dari sektor kuliner, ragam sajian lokal hingga kekinian tersaji berdampingan dengan produk UMKM seperti kerajinan tangan, fesyen, dan produk ramah lingkungan.

Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Warga dan UMKM Serangan turut dilibatkan dalam kegiatan ini, khususnya pengelolaan sampah plastik menjadi produk bernilai guna. Hasil olahan mencakup gantungan kunci hingga perlengkapan acara yang fungsional. "Ini bagian dari kolaborasi kami dengan warga Serangan—bagaimana sampah bisa diolah menjadi produk bermanfaat, sekaligus mendukung ekonomi lokal," jelasnya.

Kurasi Tenant Jaga Kualitas Produk

Seluruh tenant melalui proses kurasi ketat untuk menjaga kualitas dan keberagaman produk yang ditampilkan. Zefri mengungkapkan bahwa meski tidak menetapkan target transaksi spesifik, pihaknya fokus pada pemberian manfaat maksimal bagi setiap tenant yang berpartisipasi. Peningkatan jumlah pengunjung dari edisi pertama menunjukkan antusiasme publik terhadap konsep hibrida yang menggabungkan warisan budaya Bali dengan praktik berkelanjutan.

Reporter: Rendi Kusuma
Back to top