Dekranasda Bali Fashion Day 4 Kolaborasi ASN-UMKM Lestarikan Batik

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:48:27 WIB
ASN dan UMKM Bali berkolaborasi dalam Dekranasda Bali Fashion Day 4 untuk lestarikan batik dan tenun endek.

Denpasar — Acara Dekranasda Bali Fashion Day Sesi 4 Tahun 2026 yang diselenggarakan Rabu (29/4) di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, menjadi momentum penting bagi kolaborasi antara aparatur pemerintah dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Gubernur Koster melihat kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kreativitas ASN, tetapi juga memberi kesempatan berbagi rezeki kepada komunitas pengrajin lokal.

Apresiasi Gubernur untuk Partisipasi ASN

Gubernur Koster memberikan pujian khusus kepada pimpinan perangkat daerah dan ASN atas keterlibatan mereka dalam acara tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menghidupkan suasana di kawasan Art Center sambil membuka ruang bagi aparatur untuk menampilkan kreativitas.

Dalam mengevaluasi peragaan busana, Gubernur tidak hanya memperhatikan penampilan visual peserta. "Penilaian dalam peragaan busana tidak sekadar pada penampilan, tetapi juga mencakup pemilihan warna, motif kostum, keharmonisan antara busana dan peserta, hingga ekspresi saat tampil di atas panggung," ujarnya. BPBD Provinsi Bali dinilai Gubernur berhasil memadukan semua kriteria tersebut dengan baik.

Desain Kegiatan sebagai Ruang Kolaborasi Tiga Pihak

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Koster menjelaskan konsep acara yang dirancang untuk membangun solidaritas di antara tiga kelompok utama. "Kegiatan ini kami rancang untuk membangun rasa solidaritas dan kerja sama antara anggota ASN dengan pelaku IKM dan UMKM. Ini menjadi ruang bagi desainer, pelaku IKM dan UMKM, serta konsumen," katanya.

Kegiatan yang diselenggarakan setiap bulan ini bertujuan menjaga perputaran ekonomi di sekitar kawasan seni dan budaya Bali. Peserta acara tahun ini mencapai 130 orang, terdiri dari pejabat dan staf dari BPBD Provinsi Bali, Bappeda Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, dan Biro Organisasi Setda Provinsi Bali.

Penguatan Warisan Tenun Tradisional Endek

Salah satu fokus utama acara adalah memperkuat penggunaan kain tenun tradisional Bali, khususnya endek. Putri Koster menekankan pentingnya dukungan dari ASN dalam melestarikan warisan budaya ini. Ia mengingatkan bahwa industri tenun tradisional menghadapi tantangan serius dengan berkurangnya sumber daya manusia yang tertarik menekuni profesi menenun.

"Mari kita cintai produk kain tradisional khas Bali berupa tenun endek sebagai upaya menjaga kelestarian budaya dan warisan leluhur," tegasnya. Ketua Dekranasda juga menyebut beberapa kain tradisional Bali memiliki nilai tinggi, seperti kain gringsing dari Karangasem yang dikenal sebagai tenun ikat ganda. Kain langka ini diproduksi secara tradisional dan dipercaya memiliki nilai magis.

Kategori Busana dan Harapan Peningkatan Daya Saing

Peragaan busana dalam acara ini mencakup tiga kategori: busana adat ke kantor, busana endek ke kantor, dan busana kasual. Melalui partisipasi ASN mengenakan produk lokal Bali, diharapkan apresiasi terhadap produk daerah semakin meningkat. Inisiatif ini dimaksudkan untuk membantu mengangkat citra produk lokal agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Reporter: Rendi Kusuma
Back to top