Oval Office Era Trump Vs Obama: Perbandingan Desain Penuh Emas

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Minggu, 01 November 2026 | 21:16:31 WIB
Presiden AS Donald Trump memilih desain Oval Office bernuansa emas, berbeda dari gaya Barack Obama.

BALI — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih desain Oval Office bernuansa emas untuk ruang kerjanya di Gedung Putih, berbeda jauh dari gaya Barack Obama. Dalam wawancara bersama Laura Ingraham dari Fox News, Trump menjelaskan alasan makeover yang ia lakukan sejak masuk kerja Januari 2017. Perbandingan kedua ruang kerja presiden itu pun memicu perdebatan di media sosial.

Pilihan dekorasi Trump bukan hal baru. Kegemarannya pada warna emas sudah terlihat di berbagai properti pribadinya selama beberapa dekade, jauh sebelum ia menempati Gedung Putih.

Bagaimana Trump Menjelaskan Perubahan Itu

Kepada Fox News, Trump menyebut ruang kerja kepresidenan perlu sentuhan baru. "Itu (Oval Office) butuh sedikit kehidupan," ujarnya dalam wawancara tersebut.

Pernyataan itu menjadi penjelasan resmi satu-satunya yang ia berikan soal alasan di balik renovasi. Tidak ada rincian anggaran atau daftar perubahan desain yang dipublikasikan.

Jejak Selera Emas di Properti Pribadi Trump

Penthouse tiga lantai miliknya di Manhattan dilengkapi pintu masuk berlapis emas, permukaan marmer, serta langit-langit yang terinspirasi Istana Versailles. Kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, mencerminkan selera yang sama terhadap kemewahan.

The Washington Post dalam ulasan tahun 2017 tentang properti-properti Trump mengutip pernyataan seorang mantan eksekutif Marriott soal simbolisme di balik pilihan desain tersebut.

"Baginya, emas melambangkan kesuksesan, uang, dan kekayaan," ujar eksekutif tersebut.

Sindiran Obama yang Jadi Sorotan

Barack Obama, presiden AS ke-44, sempat melontarkan sindiran terhadap pilihan dekorasi Trump. Saat mengunjungi replika bekas ruang kerjanya untuk proyek komedi HBO bersama Larry David pada Agustus lalu, Obama memuji hasil reka ulang itu sebelum melayangkan pengamatan tajam.

"Meskipun saya ingin menunjukkan bahwa di bagian luarnya tidak ada papan emas bertuliskan 'Oval Office'," ujarnya. "Tidak kusangka aku tidak memikirkan hal itu," candanya.

Obama kembali menyinggung topik tersebut baru-baru ini. Ia membandingkan renovasi Trump yang sarat nuansa emas layaknya sesuatu yang mungkin muncul seandainya "Saddam Hussein membuka restoran Cheesecake Factory".

Kenapa Perbandingan Ini Ramai Dibahas

Kritik Obama merembet ke media sosial. Perbandingan antara ruang kerja kedua presiden di Gedung Putih memicu perdebatan sengit di jagat maya, dengan warganet membenturkan estetika minimalis era Obama dan gaya mewah Trump.

Bagi publik Indonesia, polemik ini lebih soal simbol: bagaimana pilihan interior sebuah kantor kepresidenan dibaca sebagai pernyataan politik dan kelas sosial, bukan sekadar urusan selera desain.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top