Menag Dorong APSIPOL Perkuat Literasi Politik Umat Lewat Riset

Penulis: Candra Setiabudi  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:18:31 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima delegasi APSIPOL di Masjid Istiqlal, Jakarta.

BALI — Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta akademisi ilmu politik se-Indonesia memperkuat literasi politik umat melalui riset dan publikasi ilmiah. Dorongan itu disampaikan saat menerima Asosiasi Program Studi Ilmu Politik (APSIPOL) di Masjid Istiqlal, Jakarta. APSIPOL kini menaungi 77 program studi anggota sejak berdiri pada 2016.

Nasaruddin Umar menilai literasi politik masyarakat perlu dibenahi lewat jalur akademik, bukan sekadar kampanye politik. Karena itu ia mendorong dosen dan peneliti yang tergabung dalam APSIPOL untuk aktif melahirkan riset, publikasi ilmiah, serta buku referensi yang mendidik umat.

Pertemuan di Masjid Istiqlal itu juga membahas tiga isu lain: kesetaraan gender, diplomasi keagamaan, dan stabilitas bangsa. Kementerian Agama dan APSIPOL sepakat memperkuat kolaborasi strategis untuk menghasilkan riset ilmu politik yang menyejukkan.

Posisi Indonesia di Mata Dunia

Menag memaparkan bahwa tingkat kepercayaan internasional terhadap Indonesia sedang tinggi. Penilaian itu, menurutnya, tidak lepas dari garis politik keagamaan yang moderat dan inklusif.

"Indonesia diakui secara internasional karena posisinya yang sangat moderat, baik dari segi politik ideologi, pandangan agama, maupun perspektif ekonomi. Kita dipandang sebagai negara yang mampu menggunakan bahasa agama untuk menciptakan kedamaian dan kerukunan antarumat," ujar Menag, Jumat (29/10/2026).

Diplomasi spiritual dinilai makin efektif ketika jalur formal menemui jalan buntu menghadapi krisis global. Indonesia, kata Menag, kerap dijadikan percontohan oleh pemimpin agama dan negara lain dalam mengelola keberagaman.

13 Rektor Perempuan dan Tata Kelola Kampus

Isu kesetaraan gender menjadi sorotan lain dalam audiensi tersebut. Menag menyebut ruang publik bagi perempuan di Indonesia terbuka lebar, termasuk di sektor pendidikan tinggi.

"Siapapun yang belajar tentang kesetaraan gender, datanglah ke Indonesia. Praktik kesetaraan dan penghormatan terhadap peran perempuan di negara kita ini sangat terbuka, inklusif, dan diakui oleh para pimpinan dunia," tegasnya.

Ia mencontohkan transformasi tata kelola di Kementerian Agama. Sebanyak 13 rektor perempuan kini memimpin perguruan tinggi keagamaan, dengan hasil yang dinilai signifikan.

"Di Kementerian Agama, saat ini ada 13 rektor perempuan yang memimpin perguruan tinggi. Hasilnya luar biasa: suasana kampusnya nyaman, tingkat akuntabilitas dan tata kelola transparansinya tinggi, serta iklim akademiknya sangat kondusif," ungkap Menag.

APSIPOL Kini Naungi 77 Program Studi

Ketua Delegasi APSIPOL Dr. Asep Abdul Sahid, M.Si. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung memaparkan perkembangan asosiasi sejak didirikan pada 2016. Kini anggotanya tersebar di puluhan kampus.

"Alhamdulillah sudah 10 tahun APSIPOL berdiri sejak didirikan tahun 2016, dan sekarang sudah menaungi 77 prodi anggota," ujar Asep.

Dari pertemuan itu, kedua pihak menyepakati penguatan kolaborasi dalam melahirkan riset ilmu politik yang berorientasi pada kemajuan umat dan bangsa.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: uinsgd.ac.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top