GIANYAR — Bantuan diserahkan langsung kepada pengurus yayasan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional ke-81. PLN UP2D Bali mengumpulkan donasi melalui inisiatif mandiri keluarga besar perusahaan, bukan dari anggaran program tanggung jawab sosial yang biasa.
Paket bantuan terdiri dari tiga jenis kebutuhan. Satu unit mesin cuci untuk membantu pengasuh menjaga kebersihan pakaian dan perlengkapan bayi, token listrik untuk meringankan biaya operasional harian, serta perlengkapan bayi untuk kebutuhan anak-anak yang diasuh.
Pemilihan jenis bantuan mengacu pada kebutuhan sehari-hari yayasan. Mesin cuci dinilai paling membantu meringankan beban kerja para pengasuh yang menangani banyak bayi sekaligus.
Yayasan Bali Baby Home secara resmi bernama Yayasan Rumah Bayi Bali Indonesia. Lembaga sosial ini berlokasi di Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Fokus yayasan adalah perlindungan dan pengasuhan bayi yang menghadapi risiko penelantaran. Yayasan juga mendampingi perempuan dengan kehamilan yang tidak direncanakan.
Dalam menjalankan misinya, yayasan berupaya menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Keberadaan lembaga ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial agar setiap bayi memperoleh perlindungan dan masa depan yang lebih baik.
Founder Yayasan Bali Baby Home, Burhan, menyebut bantuan itu berdampak langsung pada kegiatan pengasuhan sehari-hari. Menurutnya, mesin cuci akan meringankan pekerjaan pengasuh, sementara token listrik dan perlengkapan bayi membantu menekan pengeluaran operasional.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta kepedulian keluarga besar PLN UP2D Bali. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari anak-anak yang kami asuh. Mesin cuci akan membantu pekerjaan pengasuh, sementara token listrik, dan perlengkapan bayi turut meringankan kebutuhan operasional kami. Semoga kebaikan ini menjadi berkah bagi seluruh keluarga besar PLN," ungkap Burhan.
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menyatakan momentum Hari Listrik Nasional bukan hanya ajang refleksi perjalanan perusahaan menghadirkan energi bagi masyarakat. Momentum itu juga dipakai untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di lingkungan perusahaan.
"Melalui momentum Hari Listrik Nasional ke-81, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bagi kami, listrik bukan sekadar energi untuk menerangi rumah dan menggerakkan aktivitas, tetapi juga bagian dari kehidupan yang mampu menumbuhkan harapan. Semoga bantuan sederhana dari keluarga besar PLN UP2D Bali ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak dan para pengasuh di Bali Baby Home," ujar Petrus.
Petrus menambahkan, kegiatan tersebut tumbuh dari semangat kebersamaan dan kerelaan pegawai untuk berbagi. Lewat donasi mandiri, para pegawai ingin memberi kontribusi positif di luar tanggung jawab utama menjaga keandalan pasokan listrik.
"Kami percaya bahwa kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi dari ketulusan dan manfaat yang dapat dirasakan penerimanya. Semangat berbagi ini juga menjadi pengingat bagi seluruh insan PLN untuk senantiasa bekerja dengan hati, tidak hanya dalam melayani kebutuhan kelistrikan, tetapi juga dalam membangun kepedulian terhadap sesama," tambahnya.
PLN UP2D Bali berharap kegiatan ini menginspirasi lebih banyak pihak mengambil bagian dalam aksi sosial. Perusahaan juga ingin mempererat hubungan antara pegawai dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Di balik tugas menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali, perusahaan menyebut semangat kemanusiaan terus tumbuh melalui kepedulian dan kebersamaan pegawainya.