DENPASAR — Permintaan penambahan cadangan BBM Bali menjadi 15 hari disampaikan Bahlil di tengah upaya mempercepat distribusi pasokan ke wilayah kepulauan. Stok BBM nasional dipastikan tetap aman di atas standar minimum meski cadangan di Bali sempat menipis.
Bahlil mengakui cadangan BBM di Bali sempat turun tajam ke level 3 hingga 4 hari. Kondisi itu terjadi akibat keterlambatan kapal pengangkut dari Jawa yang berimbas pada pasokan ke sejumlah titik distribusi.
Selain faktor keterlambatan kapal, kendala manajemen logistik internal turut memperparah penipisan stok. Dua persoalan itu membuat cadangan BBM Bali berada jauh di bawah ambang aman yang ditetapkan.
Untuk mempercepat distribusi pasokan, armada kapal pengangkut dari Jawa ke Bali ditambah dari 3 menjadi 7 kapal. Penambahan armada itu diharapkan memangkas waktu tunggu pasokan dan mengembalikan cadangan ke level normal.
Langkah tersebut menyasar akar masalah keterlambatan pengiriman yang selama ini membuat stok di Bali cepat terkuras. Dengan armada lebih banyak, frekuensi pengiriman dari Jawa ke Bali bisa ditingkatkan.
Bahlil memastikan stok BBM nasional tetap aman dan berada di atas standar minimum. Pernyataan itu sekaligus menepis kekhawatiran soal kelangkaan pasokan di tingkat nasional.
Pemerintah menargetkan cadangan BBM Bali kembali ke posisi 15 hari setelah penambahan armada kapal berjalan penuh. Target itu menjadi acuan Pertamina dalam mengatur jadwal pengiriman berikutnya.