DENPASAR — Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, Ariantika, menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi untuk empat wilayah perairan selatan Bali dan sekitarnya. Informasi disampaikan pada Sabtu (17/10), sehari sebelum masa berlaku peringatan dimulai.
Wilayah yang berpeluang mengalami gelombang 2,5–4 meter meliputi Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, perairan selatan Pulau Bali, dan Selat Lombok bagian selatan. Adapun Selat Lombok bagian utara diperkirakan mengalami gelombang lebih rendah, yakni 1,25–2,5 meter.
Risiko keselamatan pelayaran meningkat bila gelombang tinggi disertai angin kencang. Berdasarkan kondisi sinoptik, angin permukaan di perairan utara Bali umumnya bertiup dari timur laut hingga selatan dengan kecepatan 4–25 knot.
Sementara itu, angin di perairan selatan Bali bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4–20 knot. Kombinasi angin dan gelombang tinggi inilah yang perlu diantisipasi nelayan serta operator kapal sebelum berlayar.
BMKG merinci ambang risiko bagi tiga jenis kapal. Perahu nelayan berisiko mengalami gangguan keselamatan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Adapun kapal feri menghadapi risiko keselamatan pelayaran bila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Nelayan dan operator kapal diimbau memantau perkembangan cuaca dan gelombang sebelum melaut atau melakukan penyeberangan. Keputusan pelayaran perlu mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan, terutama di jalur perairan selatan Bali dan kawasan selat yang berpotensi dilanda gelombang tinggi.
Masyarakat pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama masa berlaku peringatan, mengingat gelombang bisa mencapai 4 meter di titik-titik tertentu. Peringatan dini ini berakhir pada Rabu (21/10) pukul 08.00 WITA, kecuali ada pembaruan dari BMKG.