Indonesia Rendezvous ke-30 di Bali Diikuti 873 Peserta dari 22 Negara, Bahas Ketahanan Industri Asuransi

Penulis: Candra Setiabudi  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:02:31 WIB
Peserta menghadiri Indonesia Rendezvous ke-30 di Bali International Convention Centre, Badung.

BADUNG — Peningkatan jangkauan internasional itu didukung 27 sponsor dari dalam dan luar negeri. Panitia juga menyiapkan 14 hospitality suite dan 34 stan pameran selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Forum ini mengusung tema "Building Confidence: Driving Sustainable Growth and Resilience in the Insurance & Reinsurance Landscape". AAUI memposisikannya sebagai ruang pertukaran pengetahuan antara pelaku industri, regulator, perusahaan reasuransi, dan mitra internasional.

Ketua AAUI: Klaim Harus Dibayar Cepat demi Jaga Kepercayaan

Ketua AAUI sekaligus Presiden Direktur PT Asuransi Candi Utama, Budi Herawan, menyebut industri asuransi dan reasuransi kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Ketidakpastian geopolitik, tekanan ekonomi makro, perubahan iklim, ancaman siber, hingga potensi munculnya kembali pandemi menuntut perusahaan memperkuat pengelolaan risiko.

Menurut Budi, kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting yang tidak bisa dibangun hanya lewat komunikasi.

"Trust ini memang dibangun tidak mudah, harus berproses. Prosesnya apa, yaitu komitmennya. Bila terjadi klaim, tentunya kita bayar dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Budi dalam konferensi pers di kawasan Nusa Dua, Badung, Kamis (15/10/2026).

Ia menegaskan pemulihan kepercayaan harus dibarengi perbaikan pelayanan dan komitmen perusahaan menyelesaikan klaim sesuai ketentuan. Budi didampingi Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset, dan Analisis AAUI Heri Supriyadi serta Direktur Eksekutif AAUI Cipto Hartono.

300 Mahasiswa Bali dan Jawa Dilibatkan untuk Dorong Inklusi

AAUI melibatkan sekitar 300 mahasiswa dari perguruan tinggi di Bali dan Jawa dalam kegiatan tersebut. Program ini diarahkan memperluas pemahaman generasi muda soal fungsi asuransi sekaligus mendorong inklusi asuransi nasional.

Menurut Budi, peningkatan literasi belum sepenuhnya diikuti pertumbuhan inklusi. Mahasiswa diharapkan menjadi penghubung informasi antara industri asuransi dan masyarakat.

AAUI juga menjalankan program literasi lewat kerja sama dengan perguruan tinggi di berbagai daerah. Tujuannya mendorong lebih banyak warga memanfaatkan perlindungan asuransi.

Asuransi Wajib Bencana dan Asuransi Mikro UMKM Masuk Agenda Kebijakan

AAUI menyoroti sejumlah agenda kebijakan yang dinilai berpengaruh terhadap inklusi asuransi. Dua di antaranya pengembangan asuransi wajib berbasis bencana dan asuransi mikro bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kedua instrumen itu diharapkan memperluas akses perlindungan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang rentan terhadap risiko kerugian. AAUI juga menyinggung pembahasan SPPA atau Commercial Policy Liability yang masih memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama Kementerian Keuangan dan DPR.

"Budi berharap proses persiapan dapat diselesaikan sehingga program tersebut dapat diluncurkan sesuai target," demikian pernyataan AAUI.

Penjaminan Polis dan Aturan Permodalan POJK 23 Jadi Sorotan

Agenda lain adalah Program Penjaminan Polis yang direncanakan menjadi bagian penting dalam penguatan perlindungan pemegang polis. Budi berharap implementasinya berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan pemerintah dan regulator.

Industri juga mencermati penerapan ketentuan permodalan berdasarkan POJK Nomor 23. Ada pembahasan mengenai kemungkinan kebijakan bagi perusahaan asuransi umum yang belum memenuhi ketentuan permodalan pada akhir 2026.

Berbagai agenda tersebut diharapkan memperkuat fondasi industri asuransi nasional. Realisasinya tetap dipengaruhi kondisi ekonomi dan geopolitik serta proses pembahasan kebijakan bersama para pemangku kepentingan.

Ketua Panitia Indonesia Rendezvous 2026, Muhammad Iqbal, menyebut konferensi utama berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di Bali International Convention Centre (BICC). Rangkaian kegiatan mencakup konferensi, diskusi bersama regulator, dan pelaku industri.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: balinetizen.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top