KLUNGKUNG — Kontestasi Pemilihan Perbekel serentak di Kabupaten Klungkung memasuki babak akhir menjelang pencoblosan. Widiasa menilai posisi geografis Desa Bakas memberi keuntungan tersendiri untuk menangkap limpahan kunjungan wisatawan dan penikmat seni budaya ke kawasan Pusat Kebudayaan Bali.
Komitmen itu ia sampaikan saat dihubungi, Minggu (11/10/2026). Menurut Widiasa, pengabdian yang ia tawarkan bertumpu pada pengoptimalan potensi lokal tanpa melepas tradisi dan budaya setempat.
"Pengabdian ini didasari atas tekad untuk mengoptimalkan seluruh potensi Desa Bakas, khususnya sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata, dengan tetap memegang teguh tradisi, budaya lokal, serta sinergi bersama lembaga adat dan subak," ujar Kadek Widiasa.
Dalam pilkel yang diikuti 22 desa dengan total 60.020 daftar pemilih tetap, Widiasa mengusung visi Desa Bakas yang Bersih, Aman, dan Lestari. Fokus programnya menyentuh peningkatan kreativitas warga, kesehatan masyarakat, serta tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Sasaran jangka pendek mengacu pada RKPDes satu tahun, yakni menjadikan Bakas sebagai desa bersih dan percontohan di Kecamatan Banjarangkan. Adapun target jangka panjang dalam RPJMDes diarahkan pada kesejahteraan dan ketentraman menyeluruh.
Sembilan misi strategis disiapkan untuk mengejar target tersebut. Poin utamanya meliputi:
Kehadiran Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung dinilai Widiasa sebagai peluang besar bagi desa-desa sekitar. Desa Bakas, menurutnya, punya modal budaya dan letak geografis yang cukup untuk memposisikan diri sebagai desa wisata penunjang.
Widiasa menyebut pihaknya siap menyerap dampak positif dari kunjungan wisatawan maupun penikmat seni budaya nasional dan internasional. Sinergi dengan lembaga adat dan subak menjadi bagian dari strategi itu.
Pilkel serentak Klungkung 2026 melibatkan 143 tempat pemungutan suara yang tersebar di 22 desa. Pencoblosan dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026.
Widiasa berharap dukungan warga Desa Bakas agar program yang ia susun bisa berjalan sejak hari pertama menjabat. Ia menyebut seluruh rencana kerja telah disesuaikan dengan kebutuhan riil desa, bukan sekadar janji kampanye.