SINGARAJA — Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Koster menegaskan bahwa desainer dari kabupaten dan kota yang lolos kurasi akan diajak serta dalam peragaan busana ke luar negeri. Kurasi dilakukan untuk memastikan kualitas, kreativitas, dan kesiapan karya sebelum dipromosikan ke tingkat internasional.
Dekranasda Fashion Road Show digelar bergilir di kabupaten/kota sebagai ruang pembinaan UMKM dan desainer daerah. Kegiatan ini juga menjadi ajang menampilkan kreativitas sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk kerajinan lokal.
Dekranasda Bali menjalankan tiga program peragaan busana yang saling melengkapi. Ketiganya jadi bagian dari strategi pengembangan fesyen berbasis wastra Bali dan mendorong tumbuhnya industri kreatif di daerah.
Melalui road show, keberhasilan pembinaan UMKM dan desainer di tingkat provinsi diharapkan menular ke kabupaten/kota. Pelaku industri kreatif lokal didorong berani menampilkan karya terbaik agar mampu bersaing di pasar yang lebih besar.
Putri Koster menyebut pihaknya ingin membina UMKM di kabupaten beserta para desainernya. Harapannya, karya mereka bisa keluar dan dikenal lebih luas.
"Kami ingin membina UMKM yang ada di kabupaten dan juga para desainernya. Harapannya ke depan mereka bisa membuka tempurungnya, sehingga karya-karya mereka bisa keluar dan dikenal lebih luas," ungkapnya.
Soal peluang ke luar negeri, ia menegaskan kesempatan itu terbuka bagi desainer daerah yang memiliki karya dan kualitas siap tampil. Kurasi menjadi pintu masuk sebelum karya dipromosikan ke tingkat internasional.
"Ketika nanti kami melakukan fashion show ke luar negeri, kami akan mengajak desainer dari kabupaten/kota yang akan kami kurasi. Jadi, kesempatan itu terbuka bagi desainer daerah yang memiliki karya dan kualitas yang siap ditampilkan di tingkat internasional," jelasnya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Wardhany Sutjidra mengapresiasi penyelenggaraan road show di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan ini jadi momentum strategis memperkenalkan potensi kerajinan daerah, khususnya kain endek.
Wardhany menegaskan kain endek bukan sekadar produk kerajinan, melainkan warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya. Ia berharap dukungan dan pembinaan Dekranasda Provinsi Bali terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produk kerajinan Buleleng.
"Ketua Dekranasda Provinsi Bali selalu mengingatkan kami bahwa endek bukan hanya sebuah kerajinan biasa, tetapi juga merupakan warisan budaya," ujarnya.
Pengembangan wastra Bali disebut harus berjalan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota. Semangat "Wastra Hita Kara" diarahkan agar pelestarian warisan budaya seiring dengan penguatan industri kreatif.
Nilai tambah produk dan perluasan peluang ekonomi bagi perajin serta pelaku UMKM menjadi sasaran berikutnya. Road show di Buleleng diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, perajin, UMKM, dan desainer lokal dalam melestarikan wastra Bali.