BALI — Tim sepak takraw putri Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 2-0 (9-15 dan 4-15) pada semifinal nomor quadrant di Mizuho Park Stadium, Jumat (2/10/2026). Kekalahan itu tetap mengantar Indonesia meraih medali perunggu sekaligus menambah koleksi kontingen Merah Putih menjadi 35 medali di Asian Games 2026.
Medali perunggu dari nomor quadrant melengkapi catatan Indonesia di cabang sepak takraw putri pada pesta olahraga empat tahunan tersebut. Thailand, yang dikenal sebagai raja sepak takraw Asia, terlalu kuat pada laga yang digelar di Mizuho Park Stadium itu.
Sejak set pertama, sepak takraw putri Indonesia kesulitan menandingi kecepatan dan akurasi serangan Thailand. Skor 9-15 menutup set pembuka, sebelum set kedua berakhir lebih cepat dengan 4-15.
Meski tersingkir dari perebutan tiket final, langkah Indonesia ke babak empat besar sudah memastikan satu tempat di podium. Nomor quadrant memang menyediakan dua medali perunggu bagi tim yang gugur di semifinal.
Tambahan perunggu ini membuat kontingen Indonesia mengumpulkan 35 medali hingga Jumat (2/10/2026). Rinciannya, lima emas, delapan perak, dan 22 perunggu.
Lima emas Indonesia datang dari cabang berbeda. Nurisa Dian Ashrifah membuka jalan lewat panahan, disusul Desak Made Rita di nomor speed putri panjat tebing.
Tim bulutangkis putra menyumbang emas berikutnya, lalu Rahmat Erwin Abdullah menambah koleksi dari angkat besi kelas 65kg. Leo Carnando/Daniel Marthin melengkapinya dari nomor ganda putra bulutangkis.
Asian Games 2026 belum selesai. Ajang ini masih berlangsung sampai 4 Oktober 2026, sehingga Indonesia masih punya kesempatan menambah perolehan medali dari cabang-cabang yang belum tuntas.
Pemerintah sudah menyiapkan bonus bagi atlet yang naik podium. Medali emas diganjar Rp 3 miliar, perak Rp 2 miliar, dan perunggu Rp 1 miliar.
Bonus tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi negara atas kerja keras para atlet yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia.