Pabrikan dan Komunitas Cerutu Berkumpul di Bali, 22 Negara Jadi Pasar Ekspor Produk Lokal

Penulis: Candra Setiabudi  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:46:01 WIB
Peserta Indonesian Cigar Festival 2026 mengikuti rangkaian acara di Atrium Bali Collection, The Nusa Dua, Badung.

BADUNG — Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026 mempertemukan sejumlah pabrikan dan komunitas cerutu dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta yang hadir antara lain PT Perkebunan Indonesia (PTPN) III dari Deli Serdang, Sumatra Utara; Dos Hermanos dari Kudus, Jawa Tengah; Taru Martani dari Yogyakarta; serta PT Basuki Raya Cigar dari Jember, Jawa Timur.

Ketua Pelaksana ICF, Opa Ewin, menilai industri cerutu turut menyumbang penerimaan negara melalui bea cukai. Menurutnya, kontribusi itu menandakan peluang pasar cerutu Indonesia di luar negeri masih terbuka lebar.

"Hasil bea cukai dari pendapatan negara itu sudah lebih dari Rp 224 triliun. Itu lumayan buat pendapatan negara, ya. Nah, disinilah kita letak untuk bagaimana mengangkat kolaborasi seluruh petani tembakau," ujar Opa Ewin, Kamis (1/10/2026).

Bali Dinilai Jadi Pintu Gerbang Pemasaran Cerutu

Opa Ewin melihat Bali punya posisi strategis sebagai pintu masuk pemasaran produk cerutu Indonesia. Sektor pariwisata dianggap menopang citra produk kelas atas yang melekat pada cerutu.

"Kami melihat peluang Bali ini bagus karena tourism-nya high class. Nah, dari sisinya spot-nya di Bali, kami di Indonesia sudah mengekspor 22 negara, dari pintu gerbangnya Bali," terang Opa Erwin.

Dari sisi pelaku usaha, cerutu selama ini identik dengan gaya hidup kelas atas. Opa Erwin menyebut produk cerutu lokal sebenarnya punya rentang harga yang lebih beragam dan dapat dijangkau masyarakat.

Harga Cerutu UMKM Ada di Bawah Rp 50 Ribu

Opa Erwin mengungkapkan sejumlah produk cerutu binaan UMKM dijual dengan harga di bawah Rp 50 ribu. Anggapan bahwa cerutu selalu berharga jutaan rupiah dinilai tidak sesuai kenyataan di lapangan.

"Di sini tersedia, ada binaan cigar yang UMKM, yang harga di bawah Rp 50 ribu juga ada di situ. Mungkin brand-brand luar orang berpikir harga Rp 5 juta, Rp 10 juta. Hanya kan trennya membawa image orang tuh cigar high class, padahal enggak," ungkap Opa Erwin.

ICF 2026 berlangsung tiga hari di Atrium Bali Collection, The Nusa Dua, Badung. Ajang itu menjadi ruang temu pabrikan, komunitas, dan pelaku UMKM cerutu untuk memperluas jaringan pemasaran, termasuk ke pasar ekspor.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top