BALI — PT Pertamina (Persero) mengimbau pemilik kode QR BBM subsidi di aplikasi My Pertamina agar tidak menyebarkan data tersebut kepada siapa pun saat mengisi bahan bakar. Imbauan ini muncul menyusul keluhan warga Kendari yang menduga barcode-nya dipakai orang lain di SPBU. Pemilik barcode yang sudah telanjur tersebar diminta segera mereset dan memperbarui kode QR-nya.
Pjs. Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya W, menyatakan imbauan ini disampaikan setelah pihaknya menerima laporan warga di Kendari yang merasa data barcode-nya digunakan orang lain saat mengisi BBM.
"Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan barcode subsidi tepat, kepada siapapun agar barcode tidak digunakan untuk hal hal yg tidak diinginkan," ujar Okky saat dihubungi di Kendari, Kamis.
Menurut Okky, data barcode yang dijaga dengan bijak dapat mencegah penyalahgunaan, terutama oleh oknum pelangsir yang mengisi BBM untuk keuntungan pribadi.
Okky meminta pengguna aplikasi My Pertamina segera mereset dan memperbarui Code QR Subsidi Tepat setelah mengisi BBM Pertalite di SPBU. Langkah ini membuat data yang telanjur tersebar tidak bisa digunakan lagi.
"Nanti akan muncul barcode yang baru yang dapat digunakan kembali untuk pembelian BBM Subsidi Tepat," ucap Okky.
Ia menambahkan, operator SPBU tetap melayani pembelian selama gambar barcode yang ditunjukkan sesuai dengan data Pertamina.
Kasat Pol PP Kota Kendari, Dasril Yamin, menyatakan pihaknya langsung melakukan inspeksi dadakan ke SPBU THR. Petugas menegur manajer dan seluruh operator agar tidak melayani kendaraan yang data barcode-nya tidak sesuai pemiliknya.
"Kami turun menegur langsung pihak SPBU THR melalui manajer dan seluruh operator untuk tidak melayani pengisian BBM yang tidak sesuai pelat kendaraan dan barcode yang diberikan," jelas Dasril.
Pol PP Kota Kendari juga memantau setiap pemilik kendaraan yang mengisi BBM di SPBU tersebut, terutama yang menggunakan QR Barcode Subsidi Tepat.
Sebelumnya, warga bernama Atika Harli memprotes operator SPBU THR di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Rabu (30/9). Ia keberatan karena data QR Code miliknya dipakai orang lain untuk mengisi BBM subsidi.
Atika menduga data aplikasi miliknya digunakan sekitar sejam sebelum ia sendiri mengisi BBM di SPBU tersebut.
Pengguna My Pertamina disarankan tidak membagikan tangkapan layar atau kode QR kepada orang lain, termasuk lewat pesan pribadi dan media sosial. Setelah setiap pengisian di SPBU, segera perbarui kode QR melalui aplikasi agar kode lama tidak bisa dipakai lagi.
Jika menemukan indikasi penyalahgunaan, warga dapat melaporkannya ke Pertamina Call Center 135 atau mendatangi langsung pengelola SPBU. Pihak SPBU diharapkan memverifikasi kesesuaian pelat kendaraan dengan data barcode sebelum melayani pembelian BBM subsidi.