BALI — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (30/9/2026) di level 6.071,13 atau turun 0,83% dari posisi sebelumnya. Pelemahan indeks dipicu tekanan jual di sektor teknologi, konsumen non primer, dan energi yang masing-masing tertekan 2,76%, 2,35%, dan 1,34%. Posisi penutupan tersebut menjadi level terendah harian setelah sempat menyentuh 6.187,04 pada sesi pagi hingga siang.
Tekanan jual yang berlangsung sepanjang sesi membuat IHSG tidak mampu mempertahankan level intraday tertingginya di 6.187,04. Sepanjang hari, indeks bergerak turun hingga menyentuh titik terendah 6.071,13 tepat saat perdagangan ditutup.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas jual-beli berlangsung masif. Volume transaksi mencapai 30,12 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,03 triliun, tersebar di 1,8 juta kali frekuensi perdagangan.
Sektor teknologi mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 2,76%. Disusul sektor konsumen non primer yang melemah 2,35%, dan sektor energi turun 1,34%.
Ketiga sektor tersebut menjadi penekan utama indeks di tengah minimnya sentimen positif yang mampu menahan laju pelemahan. Rotasi dana keluar dari saham-saham berkapitalisasi besar di ketiga sektor mempercepat penurunan IHSG menjelang penutupan.
Secara keseluruhan, mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona merah. Sebanyak 360 saham melemah, sementara 308 saham berhasil menguat, dan 125 saham stagnan alias tidak bergerak dari harga pembukaan.
Komposisi tersebut menunjukkan tekanan jual lebih dominan meski masih ada saham yang mampu mencatat kenaikan. Nilai transaksi Rp14,03 triliun mengindikasikan likuiditas pasar tetap terjaga di tengah tren penjualan.
Pergerakan IHSG hari itu mencerminkan pola tekanan yang konsisten. Setelah sempat menyentuh 6.187,04 pada pagi hingga siang, indeks perlahan tergerus dan berakhir tepat di titik terendah harian 6.071,13.
Posisi penutupan di level terendah biasanya menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih berlanjut ke sesi berikutnya. Pelaku pasar akan mencermati apakah ada faktor domestik maupun global yang mampu mengubah arah indeks dalam waktu dekat.