Dinas Pertanian Gianyar Pelajari Teknologi PM-AAS 100 Hektare di Jembrana untuk Modernisasi Padi

Penulis: Bayu Nugroho  •  Jumat, 25 September 2026 | 06:17:02 WIB
Sekretaris Dinas Pertanian Gianyar meninjau panen padi di Balai Subak Tibubeleng, Desa Penyaringan, Jembrana.

GIANYAR — Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, memimpin langsung peninjauan panen padi bersama di Balai Subak Tibubeleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Kegiatan itu menjadi ajang pembelajaran bagi jajaran Pemkab Gianyar untuk memperluas referensi pengelolaan pertanian berskala besar.

Program piloting PM-AAS seluas 100 hektare tersebut dikembangkan BRMP Bali sebagai bagian dari program nasional yang berjalan di 15 provinsi. Tujuannya mendorong efisiensi dan produktivitas pangan melalui adopsi teknologi modern.

Mengapa Gianyar Melihat Langsung ke Jembrana

Dibya menyebut kehadiran pihaknya untuk melihat secara langsung bagaimana modernisasi pertanian diterapkan di lapangan. Menurut dia, pengalaman Jembrana menjadi pembelajaran penting bagi Gianyar.

"Kami hadir untuk melihat secara langsung bagaimana modernisasi pertanian diterapkan di lapangan. Ini menjadi pembelajaran penting bagi Gianyar, terutama bagaimana teknologi dapat diterapkan secara efektif tanpa mengabaikan kondisi dan karakteristik petani serta subak di daerah kita," ujar Dibya di sela-sela kegiatan.

Dia menegaskan modernisasi pertanian tidak boleh sekadar berfokus pada mekanisasi atau penggunaan mesin modern. Dampak ekonomi nyata bagi petani menjadi ukuran utama keberhasilan program.

Manfaat Ekonomi yang Diburu dari PM-AAS

Sejumlah sasaran ekonomi disebut menjadi pertimbangan Gianyar dalam mengadopsi teknologi ini. Manfaat tersebut mencakup penekanan biaya produksi, peningkatan efisiensi kerja, dan kenaikan pendapatan petani.

Teknologi PM-AAS juga dinilai menjadi solusi atas keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian. Program ini diharapkan mendorong regenerasi petani muda serta efisiensi usaha tani secara keseluruhan.

Subak Tetap Jadi Pertimbangan Utama

Dibya menekankan adopsi teknologi harus diselaraskan dengan kontur lahan, kesiapan petani, dan struktur kelembagaan subak di Gianyar. Tidak semua model dinilai bisa diterapkan begitu saja.

"Tentu tidak semua model bisa diterapkan begitu saja. Perlu dikaji mendalam dari sisi lahan, komoditas, kelembagaan subak, hingga manfaat ekonominya bagi Gianyar," tambah Dibya.

Melalui peninjauan itu, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sistem pertanian yang modern, efisien, dan produktif diharapkan terwujud tanpa mengesampingkan peran vital kelembagaan adat subak dalam pembangunan pertanian di Bali.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: balipost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top