Bupati Gianyar I Made Mahayastra meminta para perbekel atau kepala desa di 70 desa dan kelurahan lebih kreatif mengelola anggaran untuk menyiasati keterbatasan fiskal daerah. Penekanan itu disampaikan menjelang pemilihan perbekel serentak di 26 desa yang diikuti 61 kandidat dengan 145.499 pemilih. Mahayastra menilai desa tidak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada dana transfer dan harus mulai menggali potensi lokal masing-masing.
GIANYAR — Bupati Gianyar I Made Mahayastra menekankan pentingnya kemandirian fiskal di tingkat desa saat menghadapi keterbatasan anggaran daerah. Arahan itu ia sampaikan kepada para perbekel dan kandidat yang akan bertarung dalam pemilihan kepala desa serentak di 26 desa.
"Keterbatasan dana yang ada harus disikapi secara bijak. Masing-masing desa diharapkan mampu mengelola pendapatan asli desa dan terus menggali peluang-peluang pendapatan yang ada di desa," kata Mahayastra di Gianyar, Bali, Senin.
Pemerintah desa, menurut Mahayastra, tidak bisa lagi sepenuhnya mengandalkan dana transfer dari pusat maupun kabupaten. Potensi lokal dinilai perlu dioptimalkan untuk memperkuat pendapatan asli desa (PADes).
Setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Pengembangannya pun harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar memberi manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Kreativitas dan inovasi dalam mengelola anggaran serta pendapatan desa menjadi salah satu prioritas yang ditekankan bupati. Arahan itu berlaku bagi perbekel yang sedang menjabat maupun kandidat yang bersiap mengikuti kontestasi.
Mahayastra menegaskan pembangunan di tingkat desa tetap menjadi bagian penting dari agenda Pemerintah Kabupaten Gianyar. Sinergi antara kedua tingkat pemerintahan perlu diperkuat agar kebutuhan warga bisa ditangani bersama.
"Kami berharap program-program pemerintah kabupaten bisa terus bersinergi dengan kebutuhan desa. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di desa harus bisa kami jawab bersama," ujarnya.
Pemilihan perbekel serentak di Gianyar diikuti 61 kandidat dengan total pemilih mencapai 145.499 orang, tersebar di 26 desa. Dari total 70 desa dan kelurahan di kabupaten itu, 26 di antaranya menggelar pemilihan pada periode ini.
Mahayastra berharap perbekel terpilih segera menjalankan amanah dengan mengutamakan pelayanan, pembangunan, serta pengelolaan potensi lokal. Tiga hal itu disebutnya sebagai fondasi utama kerja pemerintahan desa.
Berdasarkan data Pemkab Gianyar, dalam Perubahan APBD 2026 pemkab akan meningkatkan pendapatan asli daerah sebesar Rp33,6 miliar pada APBD 2026 menjadi Rp2,43 triliun. Pemkab memperkuat basis pajak lewat pendataan wajib pajak serta memperluas ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan.
PAD menguasai porsi 71,21 persen dari total pendapatan daerah pada perubahan APBD 2026 sebesar Rp3,41 triliun. Sisanya 28,71 persen berupa pendapatan transfer Rp980 miliar, ditambah lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp3 miliar dari hibah pemerintah pusat atas prestasi penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.
Dengan komposisi itu, kemampuan desa menggali sumber pendapatan sendiri menjadi semakin relevan. Ketergantungan pada transfer berpotensi membatasi ruang gerak pembangunan ketika fiskal daerah mengetat.
Bagi warga 26 desa yang menggelar pemilihan, hasil kontestasi akan menentukan arah pengelolaan anggaran dan potensi lokal dalam beberapa tahun ke depan.